Selasa, 17 Desember 2019

Tangisan Natal





Oleh: Yesaya gobay



Suara mambruk - Natal yang kasihan
saudara di bunuh di saat natal natal
Natal Kesempatan indah
aku juga pasti di bunuh
Pasti sengsara natal di papua
Aktivis menggungsi takut di tembak
Ini suara petasan atau peluru
Kota kota meriah yang indah

papua busuk yang berdara
Luka yang terus terisi
Hidup yang mati
Tagisan yang berdarah
Tak ada yang tau pembunuhan
Natal peluru atau mercun yang mendamaikan
petasan atau peluru menembus kulit
Kerlap kerlip Menghiasi darah
natal papua yang menyedihkan
Yang menuju pemusnahan

Kenapa harus ada natal
Jika banyak nyawa yang harus pergi
natal di jadikan kesempatan
natal jadi alasan pedropan militer

Papua sayang...

Dengar kota bunyi meriah
Buka mata hati bunyi lagi berlombah
Itu petasan atau peluru
Bunyinya sama,
sama sama keras dan nyaring
Darah yang menembus kulit
Timah yang melele di kulit
Petasan atau mercun yang membocori kulit

Aku Keliru...

Jagan natal lagi
Jika ada pembunuhan di saat natal
Jagan natal lagi
Jika pendropan militer alasan keamanan.

Natal kenapa harus di rayakan
Nduga masih menggusi
Hutan jadi tempat berlindung
Tak ada lagi damai natal
Pendropan militer gelap
Pengiriman pasukan keamanan

Papua sayang...
Natal yang terkesan tagisan
Tetesan darah yang tak habisan
Peluruh yang di jadikan mercun
Natal yang  tersimpan luka,
itu papua.

Semoga jagan kaya dulu, tahun tahun sebelumnya yang berdarah itu, bosan dengar suara suara tagisan di hari kedamaian.

#Natal_yang_Kasihan
#Natal_yang_pembunuh
#kasihan_penggungsi_Nduga
#West_Papua_Menaggis

YESAYA GOBAY
WestPapua 17/12/2019

Label:

Kamis, 12 Desember 2019

Bangga jadi papua




Oleh: yesaya gobay

Ku telah di bentuk dan di atur olehnya.
Sebagai ciptaan yang paling mulia.

Gunung gunung yang indah,
hijaunya dedaun daun yang rimbah dan pohon pohon yang menjulang tinggi di sana ku di tempatkan.

Ras ku melanesia. Aku papua.
Aku memiliki bangsa yang besar, dan memiliki suku dan budaya yang erat di dalamnya.

Aku berbeda dengan tetangga sebelahan ku. Beda yang sangat jauh.
Beda ras, beda kulit, beda rambut, hingga beda sejarah.

namun adanya kepentingan
yang mempersamakan dan menganeksasi ku.

Aku bukan miskin namun aku di miskinkan. Karena hadirnya aneksasi.

Aku kaya alam ku melimpah.

Banyak orang mementingkan alam ku dan tak mementingkan ku.
Banyak orang, kaya dari kekayaan ku dan aku di miskinkan di tanah  ku sendiri.
seolah olah aku tak punya apa apa.

Aku sayang alam ku, aku cinta negeri ku.
Semangat ku terus ada di jalan jalan,
untuk menyuarahkan kebenaran.
   
_____
Muno bali
Goresan gembel
15/04/2018

Label:

Perempuan pemimpin revolusi





Oleh: Yesaya gobay


Seperti mereka yang ada di persimpangan jalan, Aku juga ada di samping itu,
Memperjuangkan setiap hak hak milik ku.
Agar kami tahu, apa arti hidup.

Tidak mudah Memperjuangkan setiap cinta,
Berusaha Tetap tersenyum di kala haus, lapar, apa lagi di siksa.

itulah hidup si kaum yang di angap bukan manusia oleh sistem, polisi dan kebudayaan ini.

Gadis sering yang di jadikan tradisi semata,
Gadis yang sering di anggap tidak manusiawi,

Inilah hari hari milik kami,
Kami memilih memimpin bangsa ini
Keluar dari rantai budak ini,
Budak akibat dominasi safsu sesat 

Jika perempuan masih di anggap objek,
Kenapa masih banyak pun yang berani marah,
Perempuan pula saatnya memimpin
Keluar dari patriarki dan dominasi kaum adam.

Kesetaran tidak semudah beralik telapak tangan, kesetaraan akan terwujud, 
jika keadilan di cari dengan melawan dan memaksa

Tidak ada cara lain untuk mendapkan keadialan, semudah cinta romantisan.

Terali besi adalah jalan terbaik untuk menjawab bahwa keadilan harus di rebut.

Saatnya perempuan memimpin, mengakhir penindasan.



Timika, 13 oktober 2019

Catatan: 
puisi saat Stela, ros dan noviska di tahan karena protes Rasisme di timika, dan mereka di tahan dalam penjara porles Timika

Label:

Hidup tak berguna




Oleh: Yesaya gobay


hidup ku  akan kemana
hidup ku akan di mana
jika begini hidup ku

ku kira ku bebas
ku kira ku lepas
namun itu dalam hayalan pikiran

hutan hutan ku sudah tak di lindung lagi
gunug gunung di kerut habis
ke mana ku bawah hidup ini
harapan yang besar sudah tak ada lagi
harapan ku tak tau hilang kemana
ku tak berdaya lagi

aku bukan pengemis atas surga
aku bukan peminta minta atas surga
aku bukan miskin atas surga

aku kaya, alam ku melimpah
aku kaya, alam ku penuh warna
beri aku kesempatan untuk menuntut keadilan.

Label:

Adakah keadilan





Oleh : Yesaya gobay


Kehidupan ini yang terus ku alami
Papua penuh dengan isue, tidak mendidik.
Mengiring isi setiap bumi, menguling setiap petinggi.

Lihat sajalah apa yang beredar di layar kaca,
Gumuran darah meredar menimbulkan duka lara.
Saksikanlah tanpa kedip
Betapa sadisnya hidup
Di tengah tegah asap yang gelap
Di tengah tengah api yang bernyala nyala,
Bahkan, Di kampus kampus yang ada

Ku berlari lari..

Meminta keadilan di tegakan di muka bumi
Meminta demokrasi  hadir hari ini
Tanpa kompromi logis
Senjata berkuasa jaya
Hoax beredar tak mendidik
Para Aktivist di culik,  petinggi di ancam.

Ku bertanya..
seketika peluru menembus kulit
Alat negara di gunakan seakan binatang,
Keamanan pun berkelebiahan.
Dan aku pun di salahkan

Apakah tuhan adil kah ?

Semoga dunia ini melek
Memandang hidup ini
Yang diporak-porandakan
Kemanusiaan yang terluka
Dan lagi berduka

Bilur nanah yang meleleh
Di tenggah tenggah tetesan air mata
Cacian yang tak beradab
Pelaku rasis yang belum di usut tuntas
Bunyi peluru sini sana
Peluru yang menembus kulit
Nyawa ku,"papua" hanya seharga permen
Papua darurat kemanusiaan.

#jalanmenagis

Label:

Tak sanggup



Oleh: Yesaya gobay

Sudah cukup sudah,  ini sudah yang ke
Berapa kali, dari beberapa ribuh kali.
Bosan dengan perbudakan ini,  bosan dengan kelakuan ini, bosan pulah hidup begini.

Senyuman di balik luka.
Sayang anak dalam surga,
yang meminta minta seakan tak punya harta.
Sudah banyak cerita,
pastinya banyak kisah.
Tagisan kini seakan tak terhenti
Seyuman yang terus menghiasi.
Senyuman anak tak berdosa.
Bapa ini hidup kah?
Iya nak ini hidup, ini hidup yang lagi di hidupi.
di mana sekolah yang dulu,
kenapa tidak punya meja
Kenapa tidak punya kursi, kenapa di bawa tenda/terpal.

Ini sekolah kah ?... Ahh anak jalani saja
Bapa juga takut militer ini,
Anak jangan banyak komentar,
Bapa takut di ancam lagi.

Anak berdiam diri
Seakan tak ada persoalan yang terjadi
Sayang anak pengunggsian.
Sayang anak trauma
Sayang anak surga.
Gubernur papua kemana ?
Bupati kemana ?
Mrp kemana ?
Dpr kemana?
Kenapa mereka diam, kenapa mereka tenang
Apakah mereka takut? Ataukah mereka pembunuh?
Sudah cukup penindasan ini
Penindasan yang tak ada habisnya
Yang kini Kian membisu,
diam melulu.

Ingin hidup seribuh tahun lagi,
Hidup keadilan, kenyamanan di negeri ini.
Negeri yang ku damba negeri yang ku nanti.

Pulau sula no27
01/03/2019

#Penggungsian
#Savenduga

Label:

Jalan bisu




Oleh: yesaya gobay.


Jalan yang bisu,

Derita hegemoni yang mengelirukan, tangan kiri anak emperan masih terangkat,

perlawanan rakyat masih memanas yang terpendam,

emperan jalan tangan jadi saksi, tanpa ragu masih terangkat

Mungkin dunia bukan baik baik saja Mungkin kiri emperan punya cerita yang terpendam dan membisu

 Biarkan tagan yang menjelaskan menandakan bahwa penindasan masih ada dan dijalankan dengan sistematis yang terstruktur.

 #KotaDolarRasaRupiah

Label:

Mengomentari, pernyataan Bupati Mimika Eltinus Omaleng yang tidak manusiawi, di media Salamapapua.com

Doc.foto pribadi



Oleh: Yesaya gobay


Mengomentari/ menanggapi, pernyataan Bupati Mimika Eltinus Omaleng yang tidak manusiawi, di media Salamapapua.com senin 9/12,

Dalam media salam papua

Baca ini:http://www.salampapua.com/2019/12/banyak-generasi-papua-yang-tpm-opm.html?m=1

Bupati mimika Oleng mengungkapkan alasan demi pemekaran secara tidak mendidik/manusiawi, mementingkan diri sendiri dan meyalahkan orang kiri kanan seperti judul yang tertera
 tersebut dan tidak melihat realitas yang ada

"Katan eltinus: Banyak generasi papua yang tpm opm karena tidak kerja, Bupati mimika saya akan mekarkan papua tenggah"





Lanjut alasan "Eltinus omaleng, bupati mimika: "Mengatakan bahwa kenapa saya pertahankan mimika jadi ibu kota pemekaran, karena saya melihat anak anak dua suku besar Amungme dan kamoro tidak pernah cari kerja di daerah lain dan dari mereka banyak yang belum dapat pekerjaan, ungkap bupati mimika senin 9/12".

Saya rasa itu bukan alasan yang tepat untuk mendatang pemekaran provinsi papua tenggah juga ibu kota di timika.

Karena Masyarakat di timika lebih khususnya masyarakat Amungme dan komoro juga tauh bahwa di timika itu bukan lagi tidak ada lahan pekerjaan tetapi banyak sekali lahan pekerjaan dan  yang harus di kerjakan entah itu masyarakat maupu generasi penerus papua di timika.

Kami bisa melihat dan sebagai intelektual kami bisa berfikir bahwa  Alasan bupati seperti itu bukan mensejahtrakan rakyat timika(Amungme dan kamoro) atau masyarakat papua pada umumnya tetapi mementingkan perutnya saja

Alasan tersebut tidak manusiawi karena lapangan pekerjaan lebih khusus di timika memiliki lahan pekerjaan yang banyak  juga melebihi dari setiap kabupaten yang ada di papua tetapi pemeritah selama ini buta dan tidak melihat masyarakat timika dan generasi papua yang ada di timika selama ini, mereka hanya membutuhkan orang pendatang bahkan mereka pulah memperhatikan orang migran sedangkan masyarakat asli tidak di perhitungkan.

Timika juga punya Pt freeport yang menghidupkan berbagai negara di luar sana dan juga di freport juga mempuyai banyak lahan pekerjahan yang harus generasi papua di perhitungkan namun semua itu hanya orang pendatang yang di perhitungkan dan di lihat.

Jagan memakai alasan yang tidak tidak, alasan tersebut atau ungkapan tersebut  tidak masuk di logika sama sekali karena beberapa minggu yang lalu juga Masyarakat akar rumput mimika yang mengatasnamakan, "Forum Kepedulian Alam Dan Manusia (FKAM) Telah melakukan aksi mimbar bebas di honai lemasa Demi Menolak pemekaran profinsi papua tenggah di timika"

Dalam hal ini juga bupati Omaleng telah menuduh, dan mengabil alasan dan meyakinkan publik dengan suara munafik yang ia keluarkan, ia sembarangan menggungkapkan bahwa generasi mudah terlibat TPNB/OPM demi mendatangkan pemekaran dan sebagai ibu kota di timika.

Saya intelektual yang lagi menggangur di kota timika  menekankan bahwa generasih papua di timika bukan karena tidak ada lapangan pekerjaan dan masuk TPNB/OPM tetapi sekarang ini mereka lagi di anggap sebalah mata oleh pemerintah, mereka terlantar di pinggiran jalan kota timika, selama ini kami mengganggap pemeritah tidak memerhati kan serius bagi generasi penerus.

Jikalau mereka gabung denganTPNPB/OPM juga tidak jadi di persoalkan karena TPNPB/OPM adalah orang tua pertahaan militer west papua yang ada di hutan belantara untuk menjaga tanah papua agar tidak di curi oleh orang

Sekali lagi bupati mimika jaga menggambil alasan yang tidak masuk di logika sama sekali demi pemekaran provinsi ini

"Catatan ini sebagi kometar terhadap pernyataan bupati mimika"

Kamis, 12/12/2019

Mahasiswa universitas udayana (unud) denpasar bali

Label:

Aku sedih




Oleh: yesaya gobay


Aku bukan alat yang di gunakan di saat kau membutuhkan

Aku bukan permainan yang di mainkan di saat musiman itu tiba,
Aku manusia.
Aku juga punnya akal budi yang sempurna dan sehat.
Aku kaya aku bukan miskin

Aku mampu hidup sendiri, aku bukan orang yang tak punnya apa apa
Ku Hidup di gunung, ku hidup di pantai bersama hijaunya daun bersama alam yang kaya dan cerdik.

Kedatangan mu mennyedihkan ku.
Kau datang bagaikan api dan air, kau melintasi gunung gunung, hijaunya daun, dan birunya pantai.
Ku kira, kau membebaskan saudara/i ku yang lagi tercengkram, yang di makan oleh kaum didikan mu.
Ku kira, kau berbicara mengenai pelagaran ham yang terus terjadi. Namun itu hanyalah mimpi belaka.

Kau pergi tanpa perbuatan yang kau buat,
Hannya dokumen yang bisa jadi peganggan di saat pulang.
 Licik juga kau pak. Joko.

Kau bagaikan air yang memadamkan api di saat api itu lagi panas.
Dan kau juga bagaikan api yang memanaskan di saat digin.
Kau berjalan tak sesuai arah yang benar.
Mengambil sebuah dokumen agar di pergunakan di kelak nanti.
licik juga kau joko.


#Cucuran_air_mata
#anak_negeri_papua
Goresan gembel
15/04/2018
Muno - bali

Label:

PEREMPUAN PAPUA DALAM MELAWAN PATRIARKI DAN PEMBEBASAN NASIONAL



  

 Oleh : yesaya gobay


Melihat budaya patriarki yang mengikat setiap perempuan dan membuat perempuan tidak dapat melakukan hal hal lebih, berekpresi,bergerak, maju mundur  bahkan susah dalam memilih milah apapuan sesuai keinginannya akibat budaya patriarki yang mengikat perempuan untuk tidak dapat berbuat lebih dan terciptanya ketegantugan antara kaum laki laki dan perempuan, di mana kaum perempuan terus menuruti semua ucapan kaum laki laki walaupun lakilaki membuat yang tidak meyenangkan di hhati kaau perempuan .

Ekpresi, ruang gerak perempuan telah di tindis, di ancam, oleh laki laki karena terbawahnya budaya patriarki yang terus di lakukan turun temurun dan di praktekan dari masa ke masa, dan dari masa peradaban tersebut masih terus di jalankan bahkan sampai hari ini praktek prakteknya  terus di terapkan, di gencarkan di belahan bumi, indonesia dan papua.
Keberadaan perempuan di teruskan sebagai kelas nomor dua dalam hal ini budaya patriarki yang sangkat mengakar, sagat kental, yang harus di bongkar dan di hilangkan dari muka bumi, yang sudah menjadikan patriarki sebagai bahan yang biasa biasa saja bahkan sudah menjadi teman karena tidak sadar akan hal ini, dan hal ini di jadikan bahan tuan entah itu laki laki maupun perempuan yang katanya sudah ada dari keturunan, orang tua, nene, tete bahkan sudah menjadi bagian orang papua dan menjadi adat isti adat di setiap wilayah yang ada di papua .

Perbedaan antara laki laki dan perempuan kemudian, posisi perempuan tersingkirkan pada awal peradaban bercocok tanam yang dimulai di Sumeria dan Mesir, pada saat itu zaman es terakhir sudah berakhir sekitar 8.000 sampai 11.000 tahun yang lalu, hal ini menyebabkan Padang rumput yang sangat luas berubah menjadi dataran tandus sehingga suku-suku manusia yang hidup disini harus mengejar hewan buruannya ke sampai ke sungai Efrat, Tigris, dan sungai Nil.

Sebelum terjadinyaketergantugan, perbukan perempuan tersebut,  perempuan sebagai kaum pelengkap dan sebelum terjadinya massa bercocok tanam, perempuan adalah pemimpin yang di hormati, dari segala lini aspek kehidupan bahkan dalam aspek aspek tertentu, mencari makan, mengumpulkan makanan, dll secara bersama sama (kolektif) antara perempuan dan laki laki. Juga mengambil keputusan melibatkan perempuan bahkan  meminpin dalam perang juga Perempuan.

Melihat lebih rincin persoalan perempuan untuk kebebasan dan bebas dari budaya patriarki dan hal ini yang harus di bahas secara bersama sama ( kolektif) antara laki laki dan perempuan guna dapat saling mengetahui, dan saling menghormati.
Untuk dapat bebas dari semua aspek yang menyuburkan patriarki dari beberapa aspek seperti  sosial, ekomomi, politik, dan dapat tercipta, apa bila seorang perempuan dapat keluar dari patriarki yang mengikat, melemahkan, karena pembebasan sejatinya akan ada seketika perempuan dapat bebas dari semua aspek yang mengikat.

Maka dari itu sejatinya, saat bagaimana perempuan harus ada di garda terdepan untuk dapat merubah segalah hal yang mempermainkan. Untuk menjawab semua keluahan itu,  feminisme hadir untuk membebaskan ketidak adailan yang hadir dan terus menjadi persolan terbesar bagi perempuan.

Feminisme dan perempuan ?

Dalan hal ini Perempuan dan feminisme  adalah satu kestuan yang tidak dapat di pisahkan perempuan adalah subjek dan feminis adalah opjek. Keadilan dapat di terapkan seketikan seorang perempuan sadar akan budaya patriarki yang mengkar dan berjuang untuk melepaskan, membebaskan dan mencari kedilan,  guna mendatangkan kesetaran, kesamaan, bahkan dan kerja kerja pulah secara bersama sama (koleltif).

Pada prinsipnya seseorang dapat bangkit seketika ia tahu, tahu persoalan dan melawan menuntut keadilan demi kebebasan akan perempuan itu sendiri, bahkan untuk dapat bebas dari seutuhnya, setidanya perempuan dapat melihat alrian aliran sebagai tanda, tombak perlawanan untuk bagkit dan mengetahu mana kawan dan lawan agar dapat bebas dari budaya yang melemahkan dan menindas perempuan papua itu sendiri

Keberagaman feminisme yang harus di ketahui  laki laki bahkan perempuan agar mengetahui jalan Keluarnya secara bersamaan guna mendatangkan, kesetaraan, tidak ada kaum tinggi dan rendah,  kamu nomor dua dan satu bahkan untuk bebas perlunya mengetahui
Aliran aliran feminisme  ini yakni feminisme liberal, feminisme Radikal perfektif liberitarian dan kultur, Feminisme Marxis dan sosialis, feminisme psikoanalisis dan gender, feminisme Eksistesialis, feminisme pos modern, feminisme multikultural dan global, dan Ekofenisme. Nah ini adalah aliran aliran feminis yang harus di ketahui oleh perempuan maupun laki laki agar dalam perakteknya juga dapat berjalan sesuai pemikiran aliran tersebut dan ini adalah dasar agar mendapatkan kebebasan yang adil dan beadab.


Adat, budaya patriarki  di papua

Penindasan perempuan papua seperti hal yamg wajar seperti yang tidak kita pikirkan. sejatinya rakyat papua sedang dan terus membudaya patriarki dan terus mempraktekannya dalam kehidupan sehari hari. dalam hal peraktek ini, sedikit saya mengutarakan bahwa praktek budaya patriarki di sponsori oleh semua lini kehidupan masyarakat papua yang ada.
Faktor yang terus mempertahankan bahwa perempuan adalah kelas nomor dua adalah beberapa faktor yang terus menjaga, memelihara dan menumbuh higgah patriarki tumbuh subur dalam kehidupan masyarakat papua pada umumnya yaitu 1. Kurangnya kesadaran, akan penindasan perempuan, dan pemahaman, akan hal yang di sebut penindasan akan perempuan 2. Kentalnya  budaya, dalam peraktenya harus laki lakinya di hormati akibatnya patriarki telah membudaya di semua lini kehidupan akhirnya masyarakat entah itu laki laki maupun perempuan, menganggap semua yang terjadi hanyalah hal biasa saja 3. Agama, yang hadir tersebut terus melanggengi penindasan yang ada yang terus terjadi di tanah papua.

Dari beberapa hal di atas ini, yang tumbuh subur di setiap aspek kehidupan rakyat papua, bahkan susah unutuk keluar dari hal ini, karena dalam Peraktek keseharian perempuan di baregenggi dengan hal budaya patriarki, dan praktek praktek akan penindasan perempuan tersebut terus  di lakukan, mengikuti irama arus budaya yang sanggat kental di papua.

 Penindas perempuan papua  itu adalah hal yang biasa biasa saja, jika di pandang dari laki laki papua terhadap perempuan papua karena penindasan akan nomor duanya seorang perempuan sudah menjadi darah daging laki laki dan itu sudah menjadi budaya yang sulit di lepaskan, maka perempuan Papua untuk menuntut keadilan akan kebebasan perempuan juga agak susah untuk di papua, namun jika seorang perempuan terus konsisten bagaimana dapat mengubahnya maka pasti ia dapat menubah walaupun tidak rumit.

Penindasan perempuan papua juga di jadikan budaya orang papua yang wajar dan harus di hormati oleh perempuan perempuan papua itu sendiri.
Beberapa contoh yang masih membudaya di papua adalah perempuan adalah penghasil keturunan, baik dalam segi apa itu dan bagaimana pun orangnya, ia di wajibkan untuk menghormat suaminya dalam hal menaruh, memenuhi keturunan dan itu sanggat kental, juga dalam hal kawin, laki laki akan mengikuti keturunan nene dan tete dari seorang ayah atau ibu sesuai, maka kesalahan perempuan menerima perkatan dari laki laki papua dan hanya biarkan itu tejadi.

Selanjutnya dalam penggabilan keputusan,  masyarakat papua cenderung melakukan hal yang sama yakni jika dalam sebuah pengambilan keputusan atau hal apapun itu,  terlebih dahulunya lagi laki laki akan di cari dalam hal mengambil keputusan walaupun hal tersebut di miliki oleh seorang perempuan, itu sesuatu hal yang musti di hilangkan oleh perempuan itu sendiri.
Contohnya, dalam penjualan rumah, walaupun seorang perempuan mencari orang untuk membeli rumah tersebut, untuk di jual, ujung ujungnya seorang laki laki akan di cari untuk mengabil keputusan, kesepakatan penjualan rumah tersebut, walaupun pemilik rumah tersebut adalah perempuan.
Juga dalam hal apa pun perempuan di di kadegorikan kelas nomor dua di bandingkan laki laki, setiap rapat pastinya akan di pimpin oleh laki laki dan perempuan di jadikan objek atau tidak di perhingkan bagi laki laki di papua. Ini adalah bagian paling kecil yang sering terjadi di papua.

Akhirnay kebudayan pateiarki menjadi dara daging bagi masyarakat papua dan susah untuk lepas ini. Akibatnya dari sistem yang sanggat kental perempuan papua susah untuk bangkit,  susah untuk berbuat yang lebih karena ini di doktrin dari budaya yang terus di terapkan dan perempuan makanya ia tak mampu, untuk bersaing dengan laki laki.

Bahkan sering timbul pemikiran pemikiran dari perempuan papua bahwa benar benar mereka tidak mampu, nah dalam pemikiran pemikiran tersebut perempuan membuat mereka sendiri lemah, tidak sanggup untuk maju memimpin dirinya.
Maka dari itu perempuan untuk menuntut keadilan dan mengilangkan perempuan dari segala bentuk penindaaan perempuan harus mempunyai, menjadi diri sendiri dan mengganggap dirinya bukan lagi nomor dua melainkan sama atau setara dengan laki laki. Bukan hanya itu saja di dalam segi kehidupan perempuan papua, perempuan di abaika dalam segi dan aspek apa pun yakni sosial,  ekonomi, politik, budaya dll.
Maka dari itu untuk membagun kesadaran, menciptakan kesetaran akan terwujud seketika adaya tindakan tindakan dan contoh contoh yang harus di lakukan oleh permpuan papua itu sendiri.

kekerasan militerisme /tni porli terhadap perempuan papua

Tidak hanya di sini saja, perempuan mengalami penindasan yang berlapis lapis dari setiap aspek kehidupan sosial, ekonomi, politi, budaya dan

Sejak deklarasi sebuah kebagsan yakni papua merdeka di holandia jayapura tepat 1 desember 1961 saat itu, kemerdekaam tersebut di rahi oleh bangsa papua barat namun 19 hari kemudian sukarno dan suarto menggundangkan trikora dengan membentuk beribuh militernya untuk menjaga wilaya papua yang jadi perebutan yang luar biasa saat itu.

Kejahatan kanusian, yang di lakukan oleh kolonial indonesia yang di pergunakan militernya sebagai alat untuk terus menupas, merampok, memperkosa rakyat papua hingga 1 mei 1963 terjadi aneksa bagi rakyat papua yang di sponsori oleh miter militernya guna mengmbil semua SDA SDM di papua.  Namun saat itu rakyat bangsa papua barat di stikama,  di anggap separatis, perampok, bahkan bagi perempuan di perkosa, di hamili dan di tinggalkan,  di permainkan untuk menghilakan nafsu bahkan tusuk kemaluannya setelah di perkosa oleh militer militer saat ini.

Peraktek kolonialisme indonesia yang sanggat ganas saat itu tahun 60an, banyak sekali kisa kisa, peninggalan para militernya dam menjalan operasi operasi untuk menumpas, memusnahkan rakyat papua.bayak sekali perempuan yang di bunuh dan yang lainnya di perkosa di hamili, dan di biarkan begitu saja.
Waktu itu kolonialis, imperialisme, dan kapitalisme berperan penting untuk untuk meloloskan agenda mereka dan mebentuk bermacam operasi saat itu yakni  operasi banten kedaton, operasi rajawali, operasi elang, operasi kancil, operasi lumbung, operasi lumba-lumba dan ada beberapa operasi lagi yang lain lagi sampai saat ini operasi di nduga masih dan sedang berlangsung, perempuanlah salah satu jadi pelengkap oleh militer baik itu di bunuh, di perbudak, di perkosa dan memuaskan nafsu militer saat perang dan operasi sedang berlangung tersebut.
Disinilah penindasan, kejahat, militer tni/porli yang tidak manusiawi terhadap perempuan papua dari penjajahan, hingga penindasan yang berlipat ganda terhadap perempuan Papua.
Dampak dari kekerasan yang tidak manusiawi yang di rasakan oleh perempuan papua secara turun temurun yang di lakukan oleh militer indonesia terhadap perempuan papua,


Akibatnya perempuan perempuan mengalami trauma berkepanjagan akibat megigat memori fassionis, 2. Stres berkepanjagan akibat dari pelecehan seksual saat beroperasi dan pemerkosaan terhadap perempuan papua, dan akibat dari itu juga perempuan papua tidak di Perhitunggkan oleh tetangga, keluarga, dll maka dari itu perempuan takut untuk Maju karena banyak ejekan dari pihak pihak yang tidak bertanggung jawab.

Penghambat Dalam  Praktek Feminisme Dan Patriarki

Setiap maunusia mempunyai kesalahan dan kemenagam, kemajuan dan kemunduran, kemenagan dan kekalahan, namun dalam hal ini sedikit saya mengutarakan bahwa faktor penghambat itu dapat lahir dari diri kita sendiri,(perempuan papua)
Bahkan dari pengelolahan kita sendiri, padaa prinsipnya tingkah laku kita terhadap laki laki apalagi dalam keseharian kita menerapkan hal hal tentang keadilan bagi perempuan harus di terapkan atau tidak ?, jika melihat kondisi realitas hari ini  Bahkan dalam praktek keseharian kita harus menerapkan itu, agar menjadi kebiasaan dan  memberi contoh contoh kecil dalam kehidupan keseharian kita
Guna mendatangkan keadilan dalam merebut kebebasan perempuan, karenanya sangat penting untuk memberi contah kecil dalam kehidupan kita, jika hal kecil ini di biarkan, di biasakan, di asingkan maka akibatnya ketidak adilan terus terjaga bahkan budaya patriarki terus di pelihara karena kesalahan kita sendiri perempuan papua itu sendiri yakni salah dalam perakteknya untuk menuntut keadilan, juga salah dalam kehidupan kita itu sendiri dalam menyadarkan kepada perempuan itu sendiri bahkan laki laki, jadi dalam menyadarkan massa harus ada contoh kecil keadilan perempuan yang harus di terapkan agara patriarki tidak tumbuh subur di lingkungan masyarakat kita dan tidak menjadi penghambat dalam merebut keadilan yang sejatih bagi perempuan

Kolonialisme, Imperialisme, Kapitalisme, Militerisme Adalah Penindas Perempuan Papua dan Meyuburkan Patriarki.

Jika melihat kedalam, menganalisa, menganalisis, dan melihat jauh kedalam maka budaya patriarki tidak terlepas dari imperialisme, kolonialisme kapitalisme,
Berbeda dengan negara negara barat lainnya, di papua kehadiran kekerasan terhadap perempuan papua di lakukan dengan adanya sesuatu kepentigan kapitalis global, imperialisme dan kolonialisme

imprialisme dan kapitalisme masuk di papua yang mengsuport oleh kolonialisme indonesia untuk megambil, menguras, merapkok semua SDA dan SDA sebagai jalan untuk dapat masuk secara gampang di papua barat.
Hal ini di langgengi oleh rayuan yang di kasih sahat itu dan menerapkan semuanya alla barat untuk meloloskon agenda untama yakni meguras alam papua.

Kolonialisme berjuangan keras dan bekerja keras untuk mempertahankan bumi papua dengan menerapkan militerismenya yang cukup ganas di atas tanah papua dengan meloloskan semua agenda imperialisme dan kapitalismenya yang gunanya untuk meguras papua. Karena saat deklarasi kemerdekaan bagsa papua barat di holandia jayapura1 desember 1961 indonesia terancam dan ketakutan makanya saat 19 hari kemudian suhatho dan sukarno mengumandangkannya trikora di alun alun kota djogyokarta saat itu dan menyuruh militernya unttuk terus mempertahankan papua barat degan wajar dan tidak wajar arti dengan kekerasan takutnya papua lepas dari tagan kolonialisme indonesia.

Dalam hal ini perempuan yang sebagai tolak ukur bagi militerisme saat masuk mempertahankan nkrinya di papua dan Perempuan yang menglami penindasan yang berlipat ganda, serius, dan kekerasan, penindasan, pegisapan, pemerkosan oleh aparat indonesia dan perempuanlah yang sebagai pelengkap, menghilangkan emosinya,  menghilangkan nafsunya, dan di bunuh seteh di perkosa dan di buat secara tidak manusiawi lainnya.

Maka, melihat dari struktur kekerasan penindasan, pengisapan sampai saat ini masih di berlakukan oleh aparat tni porli hingga hari ini masih berlangsung.
Perjuagan perempuan sagatlah di butuhkan, di agungkan di takutakan karena budaya patriarki yang masih di kosumsi, di praktekkan di atas tanah papua di sponsori oleh kolonial indonesia agar perempua terus di nomor duakan dan tidak dapat bangkit, dan kolonialisme juga kapitalis berusaha keras untuk mempertahankan hal itu.

Jadi kolonialisme dan kapitalisme bekerja untuk perempuan terus di nomor duakan, dan perempuan di wajib menghormati laki laki dan jika ada perlawanan dari pihak perempuan tersebut berupa diskusi diskusi mengenai keadilan bagi perempuan, kesetaraan bagi perempuan, demi menyadarkan orang lain maka kapitalisme yang bekerja demi kepentigan diri sendiri ini dan kolonialisme yang terus mejajah perempuan papua ini melagenggi hal hal itu dengan memakai alat negara yang telah di bentuknya yakni tni porli, guna mempertahankan budaya ketergatugan antara laki laki dengan perempuan  untuk terus tumbuh subur.

Maka dari itu pembebasan sejati perempuan dapat terlihat jelas, dan feminisme akan terjawab atau dapat kabulkan dari praktek praktek yang di lakukan oleh perempuan itu sendiri untuk mendapatkan dan merebut keadilan, kebebasan bagi perepuan dan akan hilangnya patriarki di masyarakat papua entah itu laki laki maupun perempuan seutuhnya, saat perempuan papua sendiri terlibat aktif dan menjadi garda Terdepan pergerakan perjuagan bangsa papua barat untuk menetukan hak penetuhan nasib sediri yaitu  (merdeka ), dan perjuagan hak menentukan nasip sendiri di rebut secara kolektif,

Karena merebut kemerdekaan bangsa papua agak susah tidak cukup untuk perempuan saja berjuang begitu juga lakilaki dan jika kebudayaan mengganggap perempuan itu lemah  (patriarki) akn hilang jika kau perempuan dan laki laki bersama sama memperjuangkan hingga papua  telah merdeka baru perempuan dapat bebas. secara penuh, utuh

perempuan dapat bebas dari sgala budaya patriarki yang mengikat  dan kebebasan perjuagan papua akan di rahi, ketika perjuagan perempuan papua dan laki laki sama sama ( kolektif), memperjuagkan kebebasan sejatih bangsa papua barat dan membebaskan dari penjajah hingga merdeka..

"Tidak ada pembebasan sejatih tanpa pembebasan perempuan”


    

      (Mari bagi pendapat)
            

Label:

KETERGANTUGAN MASYARAKAT PAPUA DAN KAUM MISKIN KOTA



Foto doc pribadi, pada saat diskusi kaum miskin kota di asrama mee denpasar bali 17 juli 2019


Oleh: Yesaya gobay

Hidup manusia pada umumnya, saling menghidupi  menghidupkan di setiap lini kehidupan di masing masing wilayah, adat, klen/ suku dan budaya serta mempunyai tempat hidup yang layak, juga  berbeda beda antara tiap klen/suku yang ada di bumi papua, tetapi saling melengkapi dan saling menjaga kekeluargaan, dan ketergantungan dengan alam di suatu wilayah yang ada di bumi papua.

Alam yang ada dan di miliki  oleh setiap klen/suku yang ada, dan di wajibkan  mempunyai tanggung jawab yakni untuk memantau,  menjaga,  melindugi, menghormati hingga mengelolah semua yang ada dan yang terdapat di muka bumi papua, juga Orang papua di jamin utuk menjaga secara baik,  mengelolah secara baik untuk kedepannya, dan memelihara apa yang ada, itu adalah tanggung jawab setiap manusia manusia papua sebagai manusia yang sejatih.

Di lain sisi lain orang papua di haruskan untuk bisa membuat sesuatu dari alam yang ada menjadi barang jadi dan barang yang siap di pakai. Agar roda ketergantugan yang di alami rakyat papua dan yang di terapkan kolonialisme indonesia  guna menghilagkan manusia papua dengan menjalankan slow sistem itu agar  hilang dengan sendirinya dan tidak relevan lagi bagi rakyat papua, manusia papua, dan Pemikiran kita orang papua  harus mampu untuk saling menghidupi dan bukan menjadi konsumtor saja melaikan menjadi produktor itulah hal utama yang harus di pikirkan di setiap lini agar  kerja kerja kolonialisme di atas tanah papua tidak berjalan sesuai pikiran mereka yang rencananya memusnahkan rakyat papua.

Kenapa ada ketergantungan ?

Secara keseluruhan orang papua mempunyai tempat yang di tetapkan, tempatkan, menjaga melindunggi dan mengelolah alam kaya yang ada di bumi papua,  seperti yang di ceritakan diatas. Wilayah wilayah yang ada di duduki orang papua pada umumnya adalah berkulit hitam berambut keriting, ras melanesia bangsa papua barat.

Sejarah mencatat tahun 60an, saat "sukarno suartho" mengumandangkan trikora di alun alun kota djogyakarta, kolonialisme indonesia menduduki wilayah west papua dengan ganas,  membawa masuk beribuh militer, tni poli menduduki wilayah west papua hingga menduduki dan merampas merampok  semua di bumi papua untuk menjadi bagian dari NKRI.
Akibatnya karena trauma militer, dan karena menganggap/di angap terbelakang maka orang papua sulit atau susah untuk maju, dan kedudukan migran melewati batas batas,  artinya terlalu melebihi batas, memenuhi semua lini kehidupan, rakyat papua di buat tidak berdaya, untuk tidak harus mengolah yang ada melainkan menjadi konsumtif aktif dalam segala aspek kehidupan akibatnya ketergantugan terpelihara dan tumbuh subuh di kehidupan manusia papua maka secara tidak sadar maupun sadar rakyat papua di singgkirkan dari tempat, kampung, wilayah yang ada dan menggungsi ke tempat lain seperti orang mingran akhirnya apa yang terjadi, orang papua tidak dapat kesempatan, ruang,  tempat, maka terjadilah ketergantugan terus terjaga rapi oleh kolonial, pengharapan  dan hanya dapat lihat di pigiran jalan, yang lagi berjalan sembarang sebarang

Kehadiran militer, tni/porli ?

Militer indonesia merampas dan merampok memperkosa di seluruh tanah papua dan mengecap masyarakat adat sebagai masyarakat separatis dan mengistimakannya, seperti pakai pakean adat, dan budaya di ganti dengan ala modern. Juga menguasi di bagian bagian segi kehidupan masyarakat papua dalam bidang apa pun, 

Sejak 1963 indonesia masuk menguasai papua dengan kata "integrasi"  atau papua "aneksasi" rakyat papua ke dalam bingkai NKRI, saat itu juga indonesia menguasai seluruh wilayah yang ada, saat itulah rakyat papua di bunuh dengan dengan cara, menakut nakuti, mengistima, memperkosa, menyiksa dan membuat rakyat papua tidak dapat bangkit seperti dulu, untuk menjaga, melindungi alam yang ada, hingga memanfaat alam yang ada dengan sebaik mungkin seperti yang dulu sebeum di duduki kolonialisme indonesia atas west papua.

Akibat kehadiran militer indonesia menguasai di setiap segi kehidupan, menciptakan operasi operasi militer, memperaktekkan kekerasan kemanusiaan di atas tanah papua.
Membuat rakyat papua kehaburan, kehancuran,   akan kehidupan rakyat papua dari segi kehidupannya, dan meninggalkan kehidupan yang sebenarnya dan mengikuti kehidupan modern alla kolonial yang di atur secara slow sistem. Akhirnya rakyat papua yang sebelumnya mempunyai tanah serta wilayah yang luas tidak lagi di tempati karena takut akan militer yang sudah mengistimakan  rakyat papua sebagai objek, akibatnya rakyat papua meninggalkan tempat mereka dan bertahan hidup di kota dan dan jadi kaum miskin yang ada di kota,  sedangkan tanah yang ia miliki di jual kepada militer yang telah mengistimakan rakyat tersebut.

Kehadiran pemekaran, menyingkirkan rakyat ?

Mulai masa reformasi, rezim juga di ganti sesuai pemimpinnya juga kepemimpinan. Pada tahun  2001 otsus di terbitkan bagi orang papua untuk memadamkan gerakan perjuangan papua merdeka, saat itu, isu pergerakan papua merdeka lagi panas  di seluruh tanah air west papua, pada saat itu juga banyak terjadi teragedi tragedi berdara demi memadamkan gerakan tersebut, dan otsus juga salah satu rayuan dari pergerakan perjuangan tersebut yang di berikan  dan di sahkan pada saat itu.

kehadiran pemekaran atau daerah otonomi baru  DOB  di papua paling ramai di lihat saat ini, banyak perlombahan mempejuangkan pemekaran baik itu provinsi, kabupaten/kota, desa, kampung.
Kasahan kami para elit elit papua di mana?  Dan kesalahan kami rakyat tertindas di mana?, melihat dari kedua topik tersebut adalah para elit elit yang memperjuangkan, demi sebuah kursi kosong nantinya bahkan mementingkan diri pribadinya.

Seperti yang di ulas di atas tentang peningkiran rakyat papua dalam segala lini bahwa kehadiran pemekaran menyingkirkan rakyat papua entah dengan secara sadis di bidang apapun itu, ekonomi,  sosial, politik, budaya.
Pemekaran membuka ruang untuk semua mingran untuk membuka tempat, dapat memenuhi tempat tempat yang masih kosong.
Dan memberi ruang,  meberi tempat, untuk para minggran dapat menguasai tempat tempat tersebut.
Jadi tidak perlu mencari alansan jauh jauh pemekaran di lakukan, masyarakat papua di singkirkan dari tempat mereka,  itulah kejahatan kolonialisme untuk meusnahkan orang papua dengan slow sistem, juga Kehadiran pemekaran ini  menghancukan,  membahayakan, menyigkirkan rakyat papua dari tempat semula, dan menghadirkan imigran  dan mengisi semua orang, tempat, aspek, segi yang ada di papua. Itulah agenada kolonialisme.
Penyingkiran Amugme dan kamoro ?

Wilayah papua mempunyai tempat yang luas adanya, tempat tempat tersebut di huni klen/suku yang berada di wilayah tersebut, di timika juga demikan dan juga guna mengetahui penyingkiran amungme dan kamoro di kota timika papua tuan rumah bumi amungsa lebih yang lebih artinya melebih batas.
Kita melihat dan tahu bahwa Penyingkiran tersebut di buat oleh kolonialisme bodok  indonesia yang terus merayu rayu dan membudak orang papua, menciptakan ketergantungg terhadap hal hal yang tidak harus rakyat lakukan.
Para imigran yang tadinya masuk dan memenuhi papua di kota timika, Berhasil membuat rayat papua ketergantungan, membuat rakyat papua tak mumpu untuk bangkit, kenapa demikian itu harus terjadi?

Amungme dan kamoro di manjakan dengan lipat lipatan uang di jamin semua segi kehidupan bahkan semuanya di tanggung oleh freeport dan membuat orang amungsa tak mampu berfikir jauh ke depan, bagaimana akan terjadi generasi ke depannya.
Melihat soal di jamin manja oleh freeport, sedangkan banyak peneliti mengatakan timika adalah pusat kemiskinan?

Apa yang terjadi dengan amungsa, kenapa amungsa tidak dapat maju maju, orang kamoro di mana ? Orang amungme di mana?,
Kolonialis, kapitalis menciptakan ketergantugan kepada kit untuk tidak dapat maju,  kita hanya tunggu dana freeport kapan di kasih dan kita tidak tau bagaimana menciptakan sesuatu yang baru, menciptakan apa saja kita masih ketergantugan dati dari jawa, sumatra, kalimantan dll, untuk berusaha menciptan sesuatu hall.
Tetapi kolonialisme mengubah polah pikir kita untuk bagaimana kita bisa mendapatkan uang dari freepot dan tidak memikirkan apa yang akan terjadi, di kasih rumah di suruh jual ke pendatang dengan harga murah
Akibatnya kami orang  amungsa lari semua di kota karena di kampung kapung sudah tidak ada lagi tempat untuk hidup, karena semua sudah di jual habis ke pendatang. 

Akibatnya saat ini, banyak sekali kaum miskin kota yang berkelebihan di kota timika dan itu adalah anak amungsa asli,  ketergantungan ini di lakukan oleh kolonialisme indonesia menyuruh agar untuk dapat rakyat papua di suruh untuk tidak boleh maju.
Kolonialisme indonesia menciptakan ini, di bumi amungsa, membuat ketergantugan akan freepot dan pemeritah supaya orang papua tidak boleh bangkit

Kolonialisme dan kapitalisme di papua

Keduanya saling berhubugan dalam sisi lain saling melengkapi antara kekurangan dan kelebihan dalam menjalankan agenda tersebut. 
Untuk lebih fokusnya, kehadiaran kolonial dan kapitalis dan menyingkirkan rakyat papua dalam setiap segi kehidupan dan melahirkan kelas kaum miskin kota di masyarakat kaum rendah di papua.
Dalam hal ini kolonialisme tak tinggal diam, tiap hari dalam kesibukan,  kerjaan/pekerjaan/pegelolahan dll artinya setiap aspek kehidupan manusia papua,  kolonialisme  sudah ada lebih dulu entah itu di mana saja di bidang ekonomi, sosial, politik,  hingga kehidupan sehari hari,
Dan kehidupan kita di kontrol oleh mereka.
Juga kapitalis,  kapitalis berada di mana saja,  di aspek/ segi mana saja, bahkan ia yang menjadi aktor penindas yang mengiginkan nilai lebih pada tiap saat.

Dalam hal penyikiran, kolonialsime berperan penting untuk menjalankan sistem yang lagi di jalankan dan yang di bekap adalah kapitalis agar mendapatka nilai lebih.
Sistem ketergantugan masyrakat papua di amungsa timika telah tumbuh subur, kolonialisme berperan aktiif agar rakyat papua yamg berada di timika tak mampu berfikir kedepan, tak mampu berfikir bagaimana akan nantinya nasib anak cucu, dan kolonialisme telah sukses dalam melaksanakan tugasnya untuk memberikan rakyat papua akan ketergantugan kepada akan orang pendatang, dan perusahan, bahkan freeport,

Dari kesuksesannya kolonial, dalam penyikiran rakyat papua maka kapitalisme dengan sistemnya, dan degan gampang menjalankan sistemnya tersebut yang unjung unjung mengginkan lebih dan yang kaum lemah tetap lemah dan kuat tetap kuat. 
Akibatnya dari sestem ketegantugan kolonialisme yangbekerja untuk bagamana menguntunkan dirinya dan yang di inginkan kapitalis/watak kapitalis, keutungan akan dirinya sendiri  maka Akibatnya kami di singkirkan, menjual sembarang semua tanah, rumah, karena yang ada di atur dalamnya sestem slow kolonial, dan itu tumbuh subur di west papua.

Akibatnya kami di pinggirkan di atas tanah yang mempuayai emas minyak dan kami seperti tidak ada tempat tinggal yang ada hanyalah di tempat perjuadian, mabukan, jalan bikin onar dll. Akhirnya kerja kolonial dan kapitalis telah sukses memberi ketegantugan,  menyikirkan, di atas tanahnya sendiri.

Siapa Aktor penyingkiran rakyat papua.

Rakyat papua telah di warnai,  di ajarkan, di beritahukan, di benarkan dengan sejarah silam yang lagi di rebut oleh rakyat papua itu sendiri
Dan di beritahukan secara terang terangan lewat sejarah maupun realitas penindas di west papua hari ini. Penindasan dapat terjadi adanya sebab akibat, adanya aksi maka adanya reaksi (penindasan).

Belajar dari pengalaman masa lalu dengan jelas kita dapat melihat bahwa aktor ketergantunggan hingga penyingkiran rakyat papua (kaum miskin kota di papua) bahkan rakyat papua secara menyeluruh yang di sponsori oleh elite elite lokal dan yang terus melanggengkan sestem slow kolonialisme yang terus di terapkan atas tanah papua dan menjembatani kapitalis global untuk dapat mengarap semua dan menyingkirkan rakyat yang  sudah di godai , di stikmai separatis untuk dapat meninggalkan tempatnya tersebut. dan  dengan cara slow sistem untuk dapat menjual, meninggalkan semua tempat tempatnya dan berpindah kampung ke kota, maupun daerah lain untuk mendapatkan hidup yang layak dan sejati, itulah polah pikir yang lagi di mainkan dikerjakan, di jalankan kolonialisme indonesia menyingkirkan rakyat papua dan mebawa dan memusnahkan rakyat papua deng neo riberalisme (penjajahan gaya baru) yang sekarang lagi di jalankan di bumi papua.

---------
Medan juang
Rabu 17 juli 2019

Label:

Mama taksanggup hidup





Oleh: Yesaya gobay


"Mama menangis karena ke tidak adilan hadir dalam hidupnya, mama" papua di pingirkan seakan tak punya harga diri"


Anak mama sudah tidak sanggup hidup lagi, anak mama sudah tidak bisa bertahan lagi di dunia rimba ini, apakah anak lagi melihat  kondisi mama dan bapa di alam rimbah ini ?
Anak kami disini telah di pinggirkan, kami di sini telah di gusur rumah rumahnya, kami tidak tau mau bikin apa, kami tra tau harus kemana perginya
Tanah kami pun di rampas, harta kami pun di peras kami hanya mendapatkan bekas.
Lahan sagu  kami yang berapa ratusan hektar  itu telah diganti menjadi sawit, lahan umbi umbian kami itu  telah di ganti menjadi Padi.
Anak tempat jualan mama itu juga masih di tempat seperti dulu, tempat jualan mama itu juga  masih di pecek itu.

pemerintah pemerintah  utamakan orang migran dorang, sekarang orang orang mingran dorang  punya kios yang mewah mewah,kemudian di tambah tokoh tokoh yang sudah memadati pasar sedangkan kami mama mama masih saja di pinggirkan, tempat jualan kami pun masih di atas tanah.
Anak untuk meja jualan itu, mama ada suruh bapa untuk bikin mejah kecil saja untuk jualan tapi bapa juga sudah tua, bapa de pu mata  juga sudah rabun jadi de tidak bisa buat meja jualan .

Mama dengan mama mama pasarlainnya kita juga, sempat ada aksi turun jalan, membawa spanduk baru kita demo  keliling kota tapi pemerintah dong  hanya janji janji saja, dan janji itu masih belum di tepati sampai sekarang ini
Sempat juga kami ada bebrapa orang pergi lapor ke pemerintah tentang janji janji yang kini makan tahun itu, tapi mereka hanya abaikan semua pembicaraan kami, pembicaraan kami seperti hanya anggin yang lewat, permohonan kami pun  tidak di tanggapi
Kami binggung anak apa yang harus kami buat?..
Kami tidak tau kemana hurus kami lapor.
Anak kami sudah tidak mampu ,

Anak, anak bisa kah bantuk kami di sini, kami tertekan sekali kami sudah tidak bisa buat apa apa lagi,
Anak tolong buat spanduk kecil dengan tulisan  ”PEMERINTAH PAPUA HARUS PEDULI MAMA PASAR”lalu keling kota  di tempat anak kuliah itu kah,
Anak mama sudah tidak bisa hidup lagi di sini , karena kami sudah tidak seperti dulu lagi, kami tertekan , kami di ancam, kami di terror, kami tak bisa bersuarah lagi, suarah kami di bungkam,
Kami hanya memintah untuk tempat jualan kami di perbaiki saja kami di pukul , di ludah, hingga di hina moyet, tidak tau mandi dan lain sebagainnya .

Mama mama dengan bapa bapa sini  hanya bisa berharap kepada anak anak mahasiwa/i , Anak  sebagai mahasiswa/i anak berwenag  untuk buat apa saja , anak suara kami adalah suara mu.
Anak lihat kondisi yang   sedang kami hadapi  ini,
kamu harus menjadi penyambung lidah kami,
kamuu harus menyuara apa keluh kesah kami,
kamu harus meliahat apa permasalahan kami
kamu harus jadi mahasiswa/I yang kritis.
IGAT anak kalian mahasiswa/I adalah penyambung lidah masyarakat.



"Mama mengajak agar ,Kita sebagai mahasiswa/i mempunyai tanggu jawab, untuk melihat kondisi orang tua dan Untuk menyuarahkan setiap penderitaan masyarakat.


goresan
Gembel-bali!!

Label:

MAHASISWA/I BERTANGGUNG JAWAB ATAS MASYARAKAT DAN ALAM PAPUA

Ilustrasi:mahasiswa melawan



Oleh: Yesaya gobay


Hak dan Kewajiban setiap orang  itu masih ada dan sudah melekat pada setiap orang, kewajiban itu sebagai tanggung jawab yang  wajib di jaga oleh setiap manusia di muka bumi ini, ia  berhak  sesuai haknya di tempat asalnya masing masing .
Kewajiban setiap orang itu menjaga semua hak haknya yang di mana telah di berikan tuhan kepadanya dan kita  harus bertanggung jawab atas semua itu, kita pulah harus bertanggung jawab atas keluhan masyarakat serta alam yang kita tempati dan kita harus melunasinya dalam arti menjaga sebaik mungin
Agar kita tidak di pertanyakan.

Siapa suruh jadi mahasiswa /I  ?....
Pertanyan sederhana ini musti kita mendalami semakasimal mungkin agar kita tau siapa kita dan apa gunannya kita  jadi seorang terpelajar mahasiswa/i, dan apa yang harus kami buat,

Kita musti tau juga apa guannya kuliah ,agar kita tau apa yang harus kami buat sebagai seorang mahasiswa/i,
Seorang mahasiswa  berkualiah agar menamba wawasan, mencari  apa yang belum kita tau untuk membangun setiap daerah yang kita tempati  serta agar hidup kedepanya  idah sejahtra dari yang sekarang  kita hadapi.
Selain itu juga mahasiswa berperan dalam  keluh kesah masyarakat, yang  di mana  jika hak hak masyrakat tidak di penuhi, suara suara mayarakat tidak di tangagapi dan permasalahan lainya  yang di mana di hadapi oleh masyarakat  tersebut maka suara mahasiswa/I lah  yang di butuhkan di saat itu.

Karena mahasiswalah agen perubahan, ia berwenang untuk buat apa saja, ia berwenag untuk buat apa yang di iginkan, mahasiswa/I juga ia bertanggung jawab atas semua masyarakat,  ia harus menyuarahkan hak hak masyarakat yang lagi tercengkram itu, ia harus bersuara demi rakyatnya yang lagi menderita itu, ia harus bersuarah demi kenyamanan masyarakatnya itu.
Mahasiswa pula berhak untuk menyampaikan pendapatnya di muka umum guna datangkan keseimbangan ,kesejahtraan, kenyamanan kepada masyarakat, masyarakat.

Mahasiswa berhak atas  memprotes setiap pemerintah pemerintah yang ada ,mengkritik setiap pemerintah yang menurut anda  ada kesalahan dalam menjalankan tugasnya Guna mendatanggkan kesejahtaran, kedamaian,kenyamanan,kemakmuran, keadilan dll kepada rakyat
Mahasiswa adalah salah satu tulang punggung  masyarakat yang mempunyai tanggung jawab penuh, yang mempunyai tanggung  jawab yang harus di lunasi kepada rakyat
Jadi setiap mahasiswa mempunyai masing massing tanggung jawab yang harus di bayar tanggung jawab kepada alam, tanggung jawab kepada masyarakat, tanggung jawab  kepada wilayah yang menhidupknyadll.
Tanggung jawab ini musti di  lunasi, karena suatu saat nanti akan di pertanyakan

Siapa suruh jadi orang papua
Mungkin kita semua tau bahwa setiap masyarakat, mahasiswa, pejabat pejabat  yang memiliki ciri ciri visik yang berbeda sesuai tempat asalnya,  kita tau juga bahwa  sebuah tanggung jawab sebuah daerah tertentu tentunya pasti  ada pada kita kerena  di tempat itulah kita di lahirkan, di besarkan, mencari makan, minum serta menahan hidup. Begitu juga orang papua, oap memiliki ciri ciri yang  berbeda sesuai tempat  asalanya, sesuai wilayah yang lagi ditempatinya.

Sebagai pejabat pejabat, masyarakat mahasiswa dan lain sebagainya musti menyukuri  atas  Alam , suku suku, adat isti adat, marga,  dan lain sebagainya yang begitu indah dan kaya,  dan jangan sampai hilang, jagan sampai di ambil orang karena itulah tangungg jawab TUHAN yang paling mulia  yang di berikan kepada orang  asli papua (oap).  Kita musti tau, orang papua itu harus apa dengan semua pemerian tuhan itu ,

Pertanyaan sederhana di atas  menanyakan kepada kita bahwa kita sebagai orang papua itu harus apa, dan harus bikin apa,
Nah Kita sebagai OAP mempunyai tanggung jawab sepenuh penuhnya untuk menjaga alam  rimba papua, adat isti adat, suku suku, marga marga dan lain sebagainya , agar tidak hilang , agar tidak di amabil orang,

Nah karena itu sebagai tanggung jawab maka kita oap yang berkulit hitam dan berambut keriting  kita harus menjaganya sebaik baik mungkin, dan tidak ada orang non papua yang harus mengambilnya,
jika ada yang mencoba untuk mengambil kita harus melawan, dengan sekuat tenag, melawan dengan semampu kit,
 kita harus melawan juga pemerintah yang sewenang wenang, kita harus melawan setiap orang yang mau mengambil tanah,alam serta  memusnahkan alam dan manusia papua.

Kita jagan diam kita harus kuat dalam menjaga alam rimbah raya serta manusianya, agar suatu saat nanti Tuhan tidak menanya, di mana alam kaya serta manusia yang ku berikan, apakah kamu sudah menjaganya sebaik mungkin atau tidak,



Singkat goresan ini.
mungkin kita bisa memahami
dan melaksanakanya..

Label:

TULANG PUTIH MEMBUSUK, DARI NDUGA WEST PAPUA


Oleh: yesaya gobay


Hari ke hari, terasa menyedihkan ceritanya, Walaupun itu di angap biasa biasa saja, namun irama yang di manikan ini menyedihkan betul di hati. aah cukup sa yang rasakan sakit hati sedirian di ini, sudah.

Awal mula cerita ini, akibat dari rencana pembuatan jalan trans papua di nduga west papua, rencananya jalan tersebut di buat untuk menghubungan antara beberapa kabupaten yang ada di sekitarnya dan menyambung nyambung  di seluruh tanah air west papua.

Masalah persoalan ini muncul di nduga west papua tepat Densember  2018, Saat itu rencana pembutan jalan trans papua tetapi warga setempat menolak hal itu tejadi, karena saat itu warga setempat (warga nduga) memikirkan banyak hal hal negatif yang akan terjadi tentang pembutan jalan ini kedepannya, akhirnya terjadilah penembakan di area nduga, antara tpnpb dan apara militer.
Saat itu banyak sekali beritanya tersebar, banyak foto, video, dan banyak sekali gambar gambar yang tersebar viral di sodmed,


Selanjutnya, saat itu banyak sekali sosmed yang tidak mendidik, kami hapir terjatuh saat itu, tetapi untungnya kami masih bisa tau lewat via telefon bahwa bapa,  mama,  dan adik kami lagi dalam cengkraman, ancaman, tekanan, dan menggungsi akibat Aparat militer yang ganas telah menduduki di nduga west papua.

Saat itu masih banyak tanda tanya soal nduga apa kah betul sedang terjadi ? Atau tidak, karena di indonesia ini susah untuk sedot berita yang benar, apa lagi kami yang bagian timur, bagian papua, sungguh suara kami di bunggkam bukan main punya, apa lagi semua media milik mereka indonesia (kolonialisme dan kapitalisme).

Syukur sekali sebelum sebelumnya itu, saya banyak ikut diskusi diskusi dari aliansi mahasiswa papua (Amp), makanya soal untuk media di indonesia itu sa tau betul dan saya tidak terjarumus di dalamnya.
saat itu saya tau sekali ini berita yang benar benar mereka liput yang sedang terjadi dan media tipu/ abal abalan yang mereka buat untuk menjaga nama baik , negara, tni porli bahkan penguasa penguasa, di depan Mata public.

sungguh menyedihkankan betul saat itu, tidak ada media yang harus di percaya. Tetapi untungnya saat itu ada HP Vivo warnanya merah cantik, yang jadi teman, dan bisa mengapdet berita berita dan tau berita yang benar karena hubungan langsung, antara keluarga dgn saya,
Banyak sekali  pertanyaan ?  Soal papua dan nduga yang lagi terjadi 20 desember 2018 lalu, saat itu di media lagi viral,tentang  penembakan yang lagi gencar atara aparat militer dan tpnbp di nduga west papua

Dengan mendegar banyak warga sipil meninggalkan rumah mereka lalu menggungsi di hutan belantara, panjat gunung gunung, gua gua, menyeberangi sugai,  menorobos hutan. hutan gunung dan gua gua juga menjadi tempat istrahat dan makan pun demikian jika ada makan mereka makan kalau tidak ada, yaa tidak.

Rumah mereka di rusaki oleh aparat, ternak hewan peliaraan mereka di rusaki, di tembak mati dan di tembak sembarang, tanaman mereka di rusaki, tetapi ya, itu hanya hal biasa karena yang lebih paranya lagi ada di balik itu, banyak sodara kami yang di  bakar lapis dengan rumah rumah mereka,  yang lain di tembak, yang tidak kuat lari, yang sudah tua, dan yang kedapatan berlari saat itu, tidak selamat, di tembaak mati oleh aparat militer.

kini tiba tepat 23 desember 2018, jika melihat kehidupan orang papua, pastinya tau, karena dalam bulan desember adalah hari yang bahagia bagi orang papua mungkin juga orang indonesia tetapi yang beragama kristen pastinya, di setiap gereja yang ada di seluruh dunia bahkan papua mempuyai bulan yang suci, dan tanggal tanggal 20an seperti begitu itu biasanya, tangal yang paling indah untuk umat kristiani protestan dan katolik. biasanya orang orang papua "dalam persiapan untuk menyabut bayi yang sedang dan akan lahir yaitu jurus selemat umat manusia".

Bukan hanya satu hal yang orang kristen siapkan saat itu pastinya, bersihkan gejara, rapikan gereja, memasang pondok natal, latihan lagu lagu natal, mencari pakaian untuk natal dan banyak sekali hal yang orang kristen buat saat hari natal itu,
Apalagi orang papua itu, lebih dari yang kita pikirkan, pastinya pakean yang bermewah mewah, pohon terang serta babi yang akan di masak dalam perayaan natal itu pastinya dari 15an ekor sampai 20an ekor bahkan 100an ekor di hari bahagia meyambut sang raja damai di bulan desember itu.

Tetapi Sayangnya, natal itu tinggal lah kenagan pahit di dalam benak orang papua masyrakat nduga, Natal yang indah, hari yang bahagia bagi orang kristen, kini hanya lah hampa, memang benar jahanya negara ini, jahatnya aparat militer di negara ini,  hari bahagia orang papua, kelahiran sang juru slamat kini di hiasi degan pertumpahan darah, banyak orang yang di kejar oleh aparat,  banyak orang yang menggungsi, ke lany jaya, puncak jaya,  wamena, timika, dll, dan yang lainnya bertahan hidup di gua gua  dan hutan belantara, memang Sungguh jahatnya negara ini.

Biar berita yang benar itu saya sendiri yang tahu, karena HP vivo cantik merah, yang jadi teman penghubung antara pihak korban dan saya.
pada saat itu 23 desember 2018 penembakan lagi panas, penggungsi lagi gencar, namun itu hanya biasa biasa saja, hingga kini 2019 penembakan lagi gencar dan terus berlangsung di tanah papua lebih khusnya di nduga west papua, tetapi banyak sekali media yang beredar tidak meliput  sesuai realitas/fakta yang terjadi di papua.

1 Januari adalah hari yang spesiyal bagi seluruh umat manusia apalagi bagi orang kristen, hari hari ini biasa di pakai juga untuk meninggalkan sifat yang buruk dan di gantikan menjadi sifat yang baik, begitu juga lainnya ada perubahan dari tahun lama ke tahun baru, itulah realitas hidup orang kristen apa lagi papua.

Kini memasuki bulan januari, hingga februari, di sosmed tak ada kabar lagi tentang papua, berbicara mengenai papua, apa lagi di fb tak ada satu pun yang berbicara,mengabdet, soal situasi di papua bahkan nduga, kebetulan hp saya rusak  karena jatuh makanya hp tersebut masih di perbaiki(service), hubugan komunikasi dengan orang tua juga putus apalagi dengan pihak korban,  tetapi sering saya pinjam hp teman untuk online yaitu sances tabuni dan martinus pigai tetapi itu sama saja begitu, tidak memuaskan karena tidak bisa menelpon, tak ada yang mengabdet situasi, terseubut.

Belum lama kemudian Terpaksa mengabil hp dari tempat service tersebut guna mencari informasi yang lebih dalam, habis sebelumnya ada dengar dengar kabar agin dari kawan Mef lokbere (mal)  terkait situasi di nduga yang lagi memanas dan keluarganya yang berapa hari meninggal tetapi beluam ada media yang sempat angkat isu tersebut.

Hp vivo merah di tagan, pulsa lumayan, langsung telfon ke orang tua sambil tanya kabar karena selama ini hilang kabar, kemudian tanya tentang situasi papua tetapi mama bilang aman aman saja disini, katanya, "cuman pesawat tentara itu yang pulang balik terus di timika sini", dan "di nduga itu yang kita juga biasa bicara bicara di sini habis ada beberapa orang yang lari ke timika bilang, di nduga sedang tidak aman",  di sana itu semua trauma, di larang foto dan ambil video sembarangan", katanya ibu nduga yang lari ke timika itu",

Begitu singkat ceritanya dengan orang di papua, Banyak sekali hal yang terjadi, tetapi begitu saja, seolah olah situasi aman aman saja.

selanjutnyaa saat itu, Bukan hanya hal positif, hal negatif juga banyak yang kami sedot, hampir terjatuh, tidak percaya apakah benar di papua itu banyak kekerasan yang sedang, dan lagi terjadi atau tidak,  Saat itu hampir saya terjatu dari postigan postigan yang tidak mendidik dan bertanggung jawab.

Memang benar di nduga operasi sedang berlangsung antara TPNPB vs MILITER  dan di area nduga susah untuk mengambil gambar, pejabat, aktivis ham juga tidak di perbolehkan masuk ke area nduga, apa lagi dpr, bupati serta masyarakat asli nduga di ancam agar tidak boleh menggungkapkan fakta yang sedang terjadi di nduga west papua. banyak kawan kami yang sedang menempuh pendidikan di luar papua, di luar indonesia,  seperti di makasar, manado di jawa, bali, ntt, ntb, australia new seland dll, telah menceritakan bahwa meraka di larang untuk berbicara mengenai perang yang lagi terjadi di nduga.
Bukan hanya itu saja,  saat mengikuti postigan postigan di fb, berita berita yang tersebar dari nduga yang dulu hingga kini memakan tahun, begitu terus, dan banyak yang takut untuk mengabdet informasi yang di dapat dari lapangan nduga, karena takut kalau pulang pastinya di teror, di intimidasi oleh militer di papua dan mencari keluarga pihak terkait untuk mengancam.
Itu yang sedang terjadi di nduga west papua dan warga nduga sendiri lagi trauma.

Nah cerita cerita itu kami bahkan saya sendiri bisa tarik kesimpun bahwa perang di nduga, pengungsian di nduga, pembakaran rumah rumah warga di nduga, pembunuhan, memperkosa, merampok, warga sipil secara sadis di nduga west papua benar benar lagi terjadi sampai hari ini dan warga sipil lagi trauma hingga warga yang mengunggsi tidak lagi mau kembali lagi ke tempat semula.


Baru baru ini 17 juli 2019 telah terbongkarlah kedok Militer yang telah tersembuyi itu, akibat kejahat militer yang ganas menguasai nduga west papua. Rongga badan, tulang putih di temukan di nduga, kurang tau kenapa ?atau di makan oleh apa ?, entah itu memakai bom, senjata, di bakar rumah, atau di makan binatang buas tetapi yang lebih pastinya bom atau rumah warga di bakar oleh aparat, karena beberapa barang bukti, masih di simpan dan lagi populer, itulah barang bukti yang kuat.

Rongga manusia, Tulang putih itu tulang manusia yang hancur, dan di temukan di salah satu rumah yang ikut terbakar di nduga,
Operasi militer masih berlanjut hingga hari ini, apakah ada tulang lain lagi yang belum di temukan?, itu yang dapat ku pikirkan, setelah melihat beberapa hal buruk yang telah di temukan saat ini.

Begitu saja cerita singkatnya,  tulang putih itu dari nduga west papua saat aparat datang membakar dan itu yang kebetulan terlihat bahwa orang papua di nduga lagi sengsara, tulang putih dan beberapa rumah itu bagian kecil yang telah terlihat dan terungkap kamarin lalu,

Dan di tambah lagi informasi langsung dari lapangan yang di kabarkan oeh TPNPB NEWS dan blogspot sebby sambom  juru bicara TPNPB menyampaikan bahwa banyak sekali kekerasan dari Militer di nduga west papua.
Kemudian di tambah lagi postigan dan berbicara via telefon dari warga nduga meyakinkan saya bagaimana situasi di nduga yang dalam trauma, teracam, tersiksa, karena kekerasan aparat yang berlebihan.

Itu hanya bagian sedikit dan singkat ceritanya, intinya Operasi di nduga west papua masih berlangsung sampai saat ini dan masih banyak yang belum terungkap dari operasi ini,

Mungkin semua ini karena ruang dan waktu yang tidak mendukung.

Saran saja kepada penikmat medsos,
Bahwa jagan terlalu percaya kepada berita berita yang beredar dan tidak bertanggung jawab.
juga berhati hati, karena rakyat papua dalam targetan menuju pemusnahan bangsa papua barat.

Maka dari itu harapan saya.
Segera tarik tni porli organik dan non organik dari nduga west papua.
segera membuka ruang bagi jurnalis untuk meliput berita yang mendidik.
Pemerintah jagan diam terhadap kasus di nduga west papua.
Berikan hak penetuan nasib sendiri bagi rakyat papua sebagai solusi demokratis agar tidak ada lagi opersi di nduga dan seluruh tanah papua.

Semoga nduga,west papua
damai dan sejahtra

Label: