Kamis, 12 Desember 2019

Perempuan pemimpin revolusi





Oleh: Yesaya gobay


Seperti mereka yang ada di persimpangan jalan, Aku juga ada di samping itu,
Memperjuangkan setiap hak hak milik ku.
Agar kami tahu, apa arti hidup.

Tidak mudah Memperjuangkan setiap cinta,
Berusaha Tetap tersenyum di kala haus, lapar, apa lagi di siksa.

itulah hidup si kaum yang di angap bukan manusia oleh sistem, polisi dan kebudayaan ini.

Gadis sering yang di jadikan tradisi semata,
Gadis yang sering di anggap tidak manusiawi,

Inilah hari hari milik kami,
Kami memilih memimpin bangsa ini
Keluar dari rantai budak ini,
Budak akibat dominasi safsu sesat 

Jika perempuan masih di anggap objek,
Kenapa masih banyak pun yang berani marah,
Perempuan pula saatnya memimpin
Keluar dari patriarki dan dominasi kaum adam.

Kesetaran tidak semudah beralik telapak tangan, kesetaraan akan terwujud, 
jika keadilan di cari dengan melawan dan memaksa

Tidak ada cara lain untuk mendapkan keadialan, semudah cinta romantisan.

Terali besi adalah jalan terbaik untuk menjawab bahwa keadilan harus di rebut.

Saatnya perempuan memimpin, mengakhir penindasan.



Timika, 13 oktober 2019

Catatan: 
puisi saat Stela, ros dan noviska di tahan karena protes Rasisme di timika, dan mereka di tahan dalam penjara porles Timika

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda