Jumat, 28 Februari 2020

Lagu Berjuang Merahi Impian Mendesak Persatuan






Oleh: Yesaya gobay



  1. Berjuang merahi impian, lagu ini bukan lagu yang baik namun inilah ungkapan dan persaan sesuai kondisi yang dapat di ungkapkan. lagu ini juga salah satu membangkitkan semagat dari keterpurukan dan kebisuan, keraguaan yang di alami rakyat papua saat ini.


Dalam Realitas hidup rakyat papua ini dari sorong sampai samarai kebelakangan ini Yang diam terpuruk dalam kebisuan, keraguan yang sedang rakyat papua alami.
Lagu ini di ciptakan tepat 31 desember 2019 memasuki tanggal 1 januari 2020 kemarin saat melihat rakyat papua terpuruk dalam permainan kolonial indonesia.
Lagu ini di ciptakan oleh  SADRAK GOBAY ali SAGOX X HISKIA NAWIPA, Alias HISNAX  X YESAYA GOBAY alias MUNO, sebenarnya mereka bukan penyayi lokal ataupu hiphop tetapi situasi dan kondisi yang mengajak untuk melakukan ini, dan ini adalah ungkapan perasaan pribadi dan juga rakyat papua karena saat melihat kodisi papua yang dalam trauma kriminalisasian kolonial terhadap orang papua, lagu ini menjadi obat dan dan kerinduan untuk bersatu bangkit melawan

Dalam kondisi papua yang begitu  dan semua tipu daya kolonial yang terus di lakukan dan di praktekan di papua hingga kolonial tumbuh subur,

Saat dalam keterpurukan itu,  kita bukan harus memih mundur bukan pulah diam dalam ketakutan lagu ini menhgajak bahwa saatnya rakyat papua Bersatu dan bangkit Melawan semua  tipu daya, Jagan terpuruk dalam ketakutan, kita bersatu kita kuat dan saatnya bersatu, bangkit dan melawan semua ketidak adilan yang terus terjadi.


Perjuagan ini telah lama di mulai oleh pelopor pelor bangsa papua saat itu,
Banyak juga yang mereka alami dari kelemahan dan kelebihan yang menjadi tolak ukur bangsa ini

Hingga perjuagan persatuan pun di perjuangkan oleh pelopor pelopor di tahun 80an sejak itu hingga kini
Masih terus berlanjut

Namun beberapa problem problem ini yang masih mengikat dan terus ada di dannterus di langgegi oleh kolonial indonesia.

Hinggah kini rakyat papua terpuruk dan diam hingga kolonialime  subur dalam memaikan isu, menakut nakuti, mengkriminalisasi aktivis, menindas, mengarap, hingga  membunuh bangsa papua

Senasib tidak ada lagi saling benci dan dendam antara sesama pejuang, entah itu individu, kelompok, organisasi tetapi mari bergan degan tagan, "Bersatu"  melawan semua tipu daya kolonialisme dan maju merahi impian

Lagu ini di buat untuk terus semagat agar setiap individu, kelompok, organisasi, komunitas, rayat papua jagan diam terpuruk.




Lirick:


"- chorus Santai: Sagox Zbs pani

 Suadah lama terdiam
 membisu goresan luka
 yang tra pernah henti


- Choruss: Yesgo MN

Hidup jagan bimbang
Jagan Membisu dalam diam
Teruslah  bergan tagan
Berjuang Merahi impian

Bertahan jalani hidup ini
Melawan semua  tipu daya
Jagan terpuruk dalam ketakutan
Mari,bersatu ,bangkit melawan.

- Rep 1: Sagox Zbs pani

Percaya diri terus maju
Bergan deng tagan terus kasi laju
Antara koww deng sa
Simpan beban rasa tra bisa you
Sudah lama rasa tertidur
Sudah lama hinggah terkubur
Sadar sadar jagan tersandar
Yakin torang pasti bisa berdiri sendiri
Mari satukan bintang timur
Selalu sinari di setiap hari
Agar cendrawasih selalu menari


- Rep 2 : Hisnax Nwp

Pasti menari terang
Hiasi masa depan
Yang begitu banyak sentan
Hingga sa pun tertekan
Jagan pikirkan
Maju terus dan biarkan
Teruslah juang bertahan dan melawan
Tekatkan tujuan
Satukan iman
Dou gai ekowai
Bahasa budaya terpandai
Ugatame sertai pasti kan tercapai


- Coruss:Yesgo.MN

Hidup jagan bimbang
Jagan Membisu dalam diam
Teruslah  bergan dengan tagan
Berjuang Merahi impian

Bertahan jalani hidup ini
Melawan semua  tipu daya
Jagan terpuruk dalam ketakutan
Mari bersatu , bangkit melawan.



- Rep 3: Yesgo MN

Bangkitkan sinar pagi hari
Cahaya timur tra boleh mati
Jagan tidur di pagi hari
Biarkan fajar berkibar di hati
Jagan Diam dalam suyi
Terpuruk dan tertidur rapi
Hilangkan beban yang terkubur
Bangkit jalani penuh syukur
Lawan sestem yang mengatur
Biarkan fajar bekibar
Lepaskan sistem melingkar


- Rep 4: Sagox Zbs pani

Eii mari torang semua
Eii trausaa peduli
Apa yang dong bilang
Maju maju terus
Eii Akhir kata lawan
Eii Karna tra bisa tong bersama
Bandingkan su bedah jenis
Torang maju kasih finish
Mari satukan
Eii mari luruskan
Eii mari sampaikan
Eii bahwa tong deng dong su beda jauh.


- Corus Santai: Sagox Zbs Pani

Suadah lama terdiam
 membisu goresan luka
 yang tra berhenti."




___☆☆☆___


Lagu ini di buat  2019 saat isu rasime terjadi di surabaya dan mahasiswa pelajar meninggalkan kota study dan pulang ke papua, saat itu karena tidak terimanya rakyat papua di sebut monyet kepada orang papua.

Di beberapa kota di papua yakni jayapura, fak fak, timika, kaimana, sorong dan lainnya melakukan aksi spontanitas memperotes ujaran rasisme kepada orang papua

Di saat sat itu juga banya sekali Pimpinan pimpinan politik bangsa papua, aktivis, bahkan mahasiswa eksodus di pukul, di seret, di tembak, bahkan hingga sekarang pimpinan politik  masih di tahan dan para aktivis yang sisa sisa di kriminalisasi di cap dpo bahkan beberapa organisasi juga di cap dpo.

Saat itu hingga kini organisasi bahkan aktivis semua pada di lema, terpuruk, dan diam dan saat itu kolonialisme telah berhasil menidurkan, menakutkan dan telah berhasil menakut nakuti namun tidak untuk semagat juangnya

Maka beranjak dari melihat hal itu, lagu ini bahkan situasi dan kondisi mengajak untuk segera Bagun persataun nasional  karena kolonialisme mempuyai banyak cara untuk menghabiskan bangsa papua

Kita bersatu kita kuat

Label:

Kamis, 20 Februari 2020

Pemamfataan PON Untuk Pemekaran







Oleh: Yesaya gobay



Perjuagan elite elite poro bibi tentang Pemekaran provinsi papua tenggah di timika belum berakhir, perlebar luaskan jalan, pembagunan dan lainya juga salah satu cara elite elite politik untuk mendatangkan pemekaran tersebut.


Kota timika juga masih jadi pertanyaan besar yang dapat kita pikirkan secara bersama sama dalam hal ini pembagunan jalan maupun gedung gendug yang sekarang lagi di gencarkan sesuai target target tertentu untuk menyukseskan PON XX tersebut.
Tanpa melihat kesengsaraan, penderitaan rakyat yang ada.

Yang jadi pertayaannya adalah di papua kab nduga Sedang tidak aman saja, warga sipil lagi mengungsi, lari di atas tanahnya sendiri, tidur di dalam hutan, makan apa adanya, tidak adanya perhatian pemerintah, BUPATI2, DPR, MRP, GUBERNUR dan lain sebagainaya

Begitu juga intan jaya yang masih dan sedang menggungsi akibat kontak senjata antara tni porli dan TPNPB tersebut dan kejahatan tni porli yang brutal di papua hingga menembak mati warga sipil yang tadak tau apa apa

Hingga saat ini warga sipil di intan jaya lagi dalam trauma militer juga takut akan tidakan mereka yang sadis tersebut

Begitu juga di seluruh tanah papua di tutupi degan beribu aparat militer, tni porli yang berada di jawa, bali, kalimantan dan lain sebagainaya di drop ke papua dengan mengatasnamakan keamanan.

Masyarakat pada umumnya juga lagi trauma dan sengsara degan keadiran militer di papua yang melampaui batas tersubut

Namun pemimpin pemimpin kaki tagan indonesia masih saja tidak berfikir terkait situasi dan kondisi yang sedang terjadi hari ini, mereka hanya mementikan poro bibi mereka, sedangkan rakyatnya sedang menagis, sengsara, menggungsi di atas tanahnya sendiri.

Timika yang di sebut degan kota dolar tersebut sangat di sangkan, sebenarnya tidak pantas, dolar itu milik elite elite kotanya baru milik rakyat mimika,

Timika adalah kabupaten yang ternama, dunia juga tahu timika adalah kota emas  karena adanya Pt freeport yang menjamin negara negara bahkan indonesia itu sendiri.

Namun realitas kabupaten mimika tidak sesuai apa yang kita pikirkan yakni dalam pembagunan, jalan, bahkan dalam semua aspek kehidupan masyarakat amugsa juga papua.

Masyarakat timika lagi sengsara, menderita, mencari makan pun juga susah, kata kota dolar itu kata elite politik kalau rakyat bukan seperti itu karena dolar di nikmati oleh elite elite

Tahun 2020 jadi pertayaan?
Kenapa pemeritah peduli kota timika?
Kenapa harus di perlebar luas jalan, buat gedung, bundaran dll?
Kenapa baru tahun 2020 pemerintah peduli kota timika? Kebapa tidak dari dulu, kan timika kota emas?

Jika saat ini masyarakat papua pada umumnya lagi sengsara, menagis, mengunggsi atas tanahnya, Kenapa harus PON di papua? Kenapa tidak di jawa? Atau kalimantan yang daerah termaju? Kenapa harus pemerintah lebih fokus ke PON sedangkan rakyat sedang menderita?



Pembagunan  timika di manfaatkan untuk pemekaran


Perjuagan Pemekaran provinsi papua tenggah Di timika juga belum berakhir cumannya di jeda untuk beberapa bulan ini oleh elite elie papua di timika dan beberapa kabupaten lainnya

Beberapa bulan kebelakangan kemarin beberapa bupati memperjuangkan pemekaran tersebut dengan berlomba lomba hingga menghebohkan di public,
Sedangkan rakyat tidak tau apa apa terkait hal ini.

Hal kecil yang dapat kita tahu adalah pemekaran membuka lahan bagi orang pendatang menguasai teritorial papua.

Yang jadi pertanyaan, apa kah kota timika sudah maju? Masyarakat sudah sejahtra? Sudah degar aspirasi masyarakat?

Jagan seenaknya ambil hakim sendiri untuk pemekaran demi mementingkannpiro bibi tersebut

Secara umum rakyat papua lebih khusus masyarakat timika amungsa tidak terima degan pemekaran karena masyarakat  timika lagi sengsara.

Bupati eltinus omaleg juga jagan seenaknya mengklaim dan bicara sembarang dinpublik demi meloloskan agenda pemekaran tersebut



"Kata eltinus: Banyak generasi papua yang tpm opm karena tidak kerja, Bupati mimika saya akan mekarkan papua tenggah"

Lanjut alasan "Eltinus omaleng, bupati mimika: "Mengatakan bahwa kenapa saya pertahankan mimika jadi ibu kota pemekaran, karena saya melihat anak anak dua suku besar Amungme dan kamoro tidak pernah cari kerja di daerah lain dan dari mereka banyak yang belum dapat pekerjaan, ungkap bupati mimika senin 9/12".

Baca juga: 
https://yesayagobay.blogspot.com/2019/12/mengomentari-pernyataan-bupati-mimika.html?m=1

Ucapan bupati mimika tersebut tidak manusiawi, tidak berjiwa pememimpin.
Jagan asal bicara sembarang.


Di papua khusus di timika tidak ada kata tidak ada pekerjaan, timika mempunyai SDA yang lebih dari cukup Timika juga punya Pt freeport yang menghidupkan berbagai negara di luar sana dan juga di freport juga mempuyai banyak lahan pekerjahan yang harus generasi papua di perhitungkan namun semua itu hanya orang pendatang yang di perhitungkan dan di lihat.

Baca jugahttp://www.salampapua.com/2019/12/banyak-generasi-papua-yang-tpm-opm.html?m=1


Jagan memakai alasan yang tidak tidak, alasan tersebut atau ungkapan tersebut  tidak masuk di logika sama sekali karena beberapa minggu yang lalu juga Masyarakat akar rumput mimika yang mengatasnamakan, "Forum Kepedulian Alam Dan Manusia (FKAM) Telah melakukan aksi mimbar bebas di honai lemasa Demi Menolak pemekaran profinsi papua tenggah di timika"


Di media media banyak alasan yang terus di lakukan oleh elite elite yang lagi memperjuangkan pemekaran hingga tahun 2020 ini adalah hari terbaik bagi mereka.

Jalan jalan yang lagi di perlebar luaskan, gedung gedung yang di buat, bundaran, stadion dan lain sebagainaya di timika, ini akan di manfaatkan bagi  eltinus omaleg untuk mendatangkan provinsisi papua tenggaj di timika.

Pon juga jalan terbaik bagi kolonial juga elite elite papua di timika untuk mendatangkan pemekaran degan alasan jalan dan pembagunan sudah membaik, dan sejahtra untuk mendatangkan pemekaran tanpa melihat kondisi dan situasi di kota di timika ini.

Maka dari itu selain pon adalah agenda kolonial untuk menjemput 2021 khusus di timika j
Akan di manfaatkan mendatangkan pemekaran provinsi papua tenggah degan alasan timika sudah maju dan sejahtara



Penulis adalah Monyet jalanan pecinta keadilan

Label:

Selasa, 18 Februari 2020

PON XX Jalan terbaik kolonial dan Kesengsaraan Papua







Oleh: Yesaya Gobay



"Orang papua itu ibarat ikan puri di buang umpan semua puri pada lari berkelompok dan makan secara berlomba lomba tanpa melihat apa yang terjadi kedepannya.

Banyak isu di ciptakan oleh kolonial, hegemoni yang kental dan terstruktur, orang papua di buat seakan binatang.
PON dan PESPARAWI adalah hegemoni kolonial, orang papua akan di rayu dan di tiduri, tanpa melihat dampak apa yang akan ter jadi nntinya"





Di tahun 2020 kebelakangan ini, para elite elite  papua yakni kaki tagan kolonial indonesia terus membahas soal PON XX Papua dan PESPARAWi yang akan di selenggarakan di Papua dalam bulan yang mendekat ini

Dalam bulan kebelagan ini juga indonesia dan elite elite politik  papua kaki tagan kolonial terus berusaha agar agenda tersebut sukses di lakukan dengan melaksanakan banyak hal yang tak dapat di bayangkan pada pikiran manusia itu sendiri.

Hari ini para elite elite tidak tinggal diam, Gedung gedung yang lagi di butuhkan telah di laksanakan, Jalan jalan di perlebar dan di luaskan, jembatan jembatan, jalan jalan yang rusak di rehap kiri kanan demi kepentingan perut semata bagi elite papua dan meloloskan agenda bagi indonesia yang lagi di bahas untuk mengkampanyekan keluar belahan bumi demi menjaga nama baik negara bahkan membuat papua lebih sengsara bahwa papua tidak ada pelangaran ham, papua aman damai dan sejahtara


Pekan Olaraga Nasional (PON)  xx papua dan PESPARAWi adalah agenda alternativ (jalan terbaik) yang di buat oleh kolonial indonesia untuk meloloskan agenda agenda yang akan di laksanakan setelah tahun  2021 yang akan mendatang ini.

Elite elite papua telah mengabaikan kondisi dan situasi hari ini di papua yang masyarakatnya lagi mencari kedamaian, kenyamanan, keadilan di atas tanahnya sendiri dan  yang lagi menagis, mengungsi atas tanahnya hingga di tembak mati  oleh aparat keamanan kolonial indonesia

Tanpa melihat kondisi dan situasi rakyat papua yang menderita, sengsara, mengungsi di atas tanahnya sendiri dan mahasiswa eksodus yang lagi menjerit, menagis karena telah mengorbankan semua bahkan jati diri akibat di sebut monyet oleh kolonial indonesia

Masyarakat Papua pada umumnya pasti berfikir dan lagi bertanya tanya, kenapa di tahun 2020,  jalan di perlebar luaskan dengan target yang telah di tentukan?,  Stadion Papua bangkit di jayapura dan di timika berstandar internasional  telah di buat secepat ini? Bahkan tempat tempat di gusur habis oleh penguasa Demi pembagunan dan pembuatan jalan?,

Ini kan aneh kelihatanya, di seluruh papua bahkan lebih khususnya timika tidak ada pemeritah, elite elite yang peduli terhadap tanah papua apa lagi berfikir untuk pembagunan dan lain sebagainya, namun kenapa di tahun 2020 Elite elite fokus pada pembagunan? Ada apa degan papua?.
Ini adalah pertanyaan pertanyaan yang muncul dalam pikiran rakyat papua itu sendiri saat ini



Di tahun 2020 kolonial Indonesia melalui melalui  TNI POLRI dan Jajarannya sedang merancang strategi untuk menyukseskan kegiatan ini melalui kaki tagannya di beberapa kegiatan di tanah Papua seperti Pesparawi  13 Juni 2020, bertempat di Timika Dan PON XX 2020 , 20 Oktober di beberapa kota ( jayapura , Mimika dan Merauke )

Ini adalah sebuah alternatif (jalan terbaik) kolonial indonesia untuk dapat mengkampanyekan kepada dunia bahwa di papua tidak ada pelaggaran ham dan papua bersama  indonesia sudah sejahtera dan aman hdal tersebut ini, untuk dapat meloloskan agenda agenda yang akan datang nntinya Tahun 2021

Di Tahun ini 2021 akan ada beberapa Agenda Negara atas West Papua yang akan dibahas seperti Kontrak Karya Freeport yang akan berakhir di tahun 2021  dan OTSUS ( Otonomi khusus ) yang akan berakhir di tahun 2021 .

Maka dari itu pon dan pesparawai itu adalah kegiatan alternatif yang di buat buat oleh kolonial indonesia yakni propaganda indonesia demi menjemput agenda 2021 dan juga Orang Papua hanya mau diperalat dan disibukkan dalam kegiatan PESPARAWI dan PON XX agar beberapa agenda Negara diatas tanah Papua berjalan aman dan lancar dalam Pendataan , perumusan dan penyepakatannya , lalu akankah Damai , Adil dan sejahtera itu hadir dalam Hidup kita orang Papua .

Hanya mimpi siang bolong , jika kita berharap keadilan dan kedamaian dari kolonial karena demi menjaga eksistensinya dan kredibilitasnya atas west Papua maka kita ( OAP ) akan dipandang sampah jalanan

Tak ada keuntugan bagi kita orang Asli Papua dalam mendistribusikan tenaga dan waktu kita demi menyukseskan Program kolonial .  Karena Seketika kita terlibat maka kita dengan sendirinya , secara tidak langsung, Secara tak sengaja kita akan mendorong Proses penghisapan , penculikan , pembunuhan , Penangakapan , dan pemenjaraan dan paling sadis lagi menutupi semua pelanggaran ham yang terus terjadi .


Masyarakat nduga telah menggungsi dari desember 2018 lalu hingga yang masih berada di pengusian telah di abaikan hingga kini, elite elite pemerintah yang bekuasa fokus pada pon xx papua dan pesparawi tanpa melihat jeri paya masyarakat yang berada di papua, tanpa melihat kondisi yang di alami rakyat papua hari ini, yang lagi sengsara dan menderita hari ini.



Beribuh ribuh Tni porli brimob akan di terjunkan ke papua atas nama menjaga ke amanan, kedamaian, kesejahtraan bagi orang papua. Masyarakat papua menagis tak terhenti, menjerit di atas tanahnya sendiri.

Salah satu hal buruk dari pon dan pasparawi selain membongkar rumah rumah warga bahkan tempat cari nafka adalah Mengirim beribuh tni porli,brimob dengan mengatas namakan menjaga keamanan PON XX  PAPUA dan PESPARAWI


Kami telah di bodohi oleh peguasa, borjuasi borjuasi pentingkan diri sendiri, mereka tidak melihat apa yang masayarakat minta, butuhkan, iginkan sekarang ini Tetapi Pemerintah Mereka lagi fokus Jalan jalan di perlebar luaskan, gedung gendung di bagun guna demi menampung peserta PeSPARAWI dan PON yang akan datang.

Sebenar PON dan PESPARAWI Untungnya apa? Mesejahtarakan masyarakat?, Menarik militer yang ada di papua kah?.
Masyarakat lagi kerinduan agar militer di tarik dari seluruh tanah papua dan Masyarakat lagi merinduhkan kedamaian, kesejahtaraan bukan pon dan pesparawi yang datang untuk sengsarakan masyarakat


1. Tni porli di terjunkan ke papua atas nama menjaga keamanan PON.


Rakyat papua telah mengetahui hal ini, hal ini sering terjadi. Kolonial indonesia yakni tni porli mempuyai peluang besar dalam menerjukan  Tni polrli di seluruh tanah papua degan kata menjaga keamanan.

hal ini juga bukan hal baru, seperti biasa tejajadi di moment2 tertentu juga mereka manfaatkan untuk menerjunkan beribuh pasukan untuk bertugas di papua dan tidak pernah di kembalikan. Beberapa contoh yang telah di lakukan mungkin itu bisa jadi pelajaran buat kami.
Kemarin pemilu antara jokowi dan probowo yang telah di laksanakan di papua, indonesia mengabil kesempatan dalam kesempitan untuk mengirim pasukan beribu militer  demi menjaga pemilu di tanah papua degan mengatas namakan keamanan namun realitasnya tidak sesuai degan hal itu, masyarakat pula jadi sengsara, di aniyaya, menjerit di atas tanahnya sediri, dirampok, diculik, hingga tabrak lari rakyat papua itu sendiri hingga tni porli yang di kirim telah menetap di papua .

Dan juga Perang antara TPNPB vz TNI PORLI di papua lebih khususnya kab.nduga juga kolonial indonesia terus menggirim pasukannya yang berkelebihan degan mengatasnamakan keamanan demi kenyamanan namun realitasnya rakyat papua tidak minta tni porli karena tni porli di papua  menakut nakuti warga sipil yang berada di papua lebih khususnya nduga dan intanjaya
kejamnya tni porli yabg ada di papua intanjaya dan nduga,  semua pihak baik entah iyu mahasiswa,  warga sipil di nduga meminta untuk mengembalikan tni porli yang berada di nduga namun kolonial indonesia tidak mendegarkan suara rakyat papua tersebut
bahkan wakil bupati nduga melihat degan mata dan kepalanya di depan mata, tukang sopirnya di tembak mati oleh aparat akhinya salah satuh solusinya ia mengembalikan sk dan dan menundurkan diri dari jabatannya karena suara suaranya terus di bungkam dan tidak di dengar  tni porli yang di kirim laupaui batas dan membunuh warga sipil secara brutal

Tni porli  yang berada di tanah papua itu  sangat licik. TNI POLRI dan Jajarannya sedang merancang strategi untuk menyukseskan beberapa kegiatan di tanah Papua karena akan ada anggaran miliaran dari negara untuk tni porli untuk meloloskan gegiatan ini yakni Pesparawi 2020 13 Juni  bertempat di timika dan PON XX 2020  20 Oktober di beberapa kota ( jayapura , Mimika dan Merauke ) .

Tni porli akan di kirim  terus ke west papua untuk menjaga keamanan degan ketat dan tegas. saat itu orang papua  hanya mau diperalat dan disibukkan dalam kegiatan PESPARAWI dan PON XX agar beberapa agenda Negara diatas tanah Papua berjalan aman dan lancar dalam Pendataan , perumusan dan penyepakatannya , lalu akankah Damai , Adil dan sejahtera itu hadir dalam Hidup kita orang Papua .

Jadi Seketika kita terlibat maka kita dengan sendirinya senang degan kehadiran beribu tni porli yang lagi menembak mati Secara tak sengaja kita akan mendorong Proses penghisapan , penculikan , pembunuhan , Penangakapan , dan pemenjaraan dan paling sadis lagi Pembunuhan atas kita orang Papua .

 kapitalisme  ia tidak mau rugi, ia akan membuat bermagai macam cara demi menjaga kedudukan dan kekuasaannya maka 0,5 dari hasil pengekploitasian SDA yang dijajah akan dibuat lapangan kerja dan beberapa kegiatan guna membunuh Psikologi dan Mentalitas Pemilik Negri agar tiada pergerakan perlawanan terhadap Kolonial dan Kapitalis itu sendiri"

Karena kapitalisme ia akan mementingkan bagaimana isi perutnya, sekarang dan tidak mau rugi, dan juga kapitalisme hanya mementingkan mementingkan Barang , kekayaan dan kejayaan , mereka ( penjajah ) tak akan menjamin kedamaian, kesejahteraan dan keadilan , tapi kehidupan pemilik negeri sebagai penentu hidup adil , damai dan sejahtera dinegrinya berada pada kesadaran yang di dipraktekan oleh perlawanan yang bermartabat dan terakomodir dalam sebuah Perjuangan .




2.  PON Tak Berefek Positif Untuk Rakyat Papua


Pelaksanaan PON 2020 diklaim akan berdampak pada naik/terangkatnya martabat orang Papua. Pertanyaannya martabat apa? Martabatnya siapa? Penguasa, Pemerintah, mafia, TNI/POLRI? Jika pemerintah  Indonesia paham dan bijaksana diberkati oleh Tuhan, tidak tamak, tidak buta, tidak pura-pura bisu, tuli, keji dan jahat.

Mestinya pahami bahwa berbicara martabat,  itu erat dengan  nilai esensial tentang kemanusiaan. Nilai kemanusiaanlah yang menjadi penentu bahwa penghormatan dan penghargaan terhadap martabat  kelompok  bangsa manusia itu sedang, sudah dan akan dilakukan oleh negara. Bukan justeru mengadakan kegiatan olahraga dengan  ilusi mengangkat harkat dan martabat manusia bangsa dan rakyat Papua. Pemerintah tak perlu ragu menunjukkan kapasitas dan eksistensinya hari ini sebagai penjajah modern bagi rakyat Papua. Sebab, dari hal ini saja telah menjadi sangat terang  benderang dan terlihat.

Dalam sejarah, sebuah bangsa yang sedang dijajah tidak akan pernah bangsa tersebut  martabatnya dihargai, dihormati dan dipandang setara dari penjajahnya.  Jakarta mau menggelar seribu kali PON di Papua pun tidak akan pernah mengangkat nilai, harkat dan martabat manusia Papua. Harkat dan martabat manusia  Papua itu akan dianggap dihargai  dan diangkat hanya apabila terdapat penghormatan dan penghargaan yang besar atas manusianya. Bagi Indonesia jika ingin mengangkat hargat dan  martabat manusia cukup tuntaskan pelanggaran HAM  sejak tahun1962 hingga operasi operasi yang di lakukan oleh kolonial indonesia terhadap rakyat papua yang masih berlanjut hingga kini dan  berikan penentuan nasib sendiri.  Itu saja sudah cukup.  dan Sangat cukup. Jika tidak, maka ilusi naiknya harkat dan martabat rakyat Papua melalui PON (Kitorang Bisa!) hanyalah wacana absurb, utopis sebagai dalil pengusaha-penguasa melanggengkan penindasan dan pemusnahan rakyat Papua lewat hegemoni pembangunanisme yang juga pasti bias pendatang.

Apabila Kita  segenap komponen orang Papua adalah manusia yang memiliki akal budi, hikmat dan kebijaksanaan mestinya paham bahwa nilai dan kemanusiaan  kita dalam sudut pandang Indonesia ada pada tataran kata jenis binatang yang pernah disematkan terhadap mahasiswa Papua di Surabaya- Semarang  pada Agustus lalu, yaitu “Monyet”.

Lalu kita harusnya sadar bahwa dalam perspektif kolonialisme, bangsa yang  telah dianggap rendah dan sudah dilabeli, distigma dan didiskriminasi martabatnya, tidak akan pernah  dipandang sebagai manusia seutuhnya. Dan oleh karena itu, satu-satunya jalan untuk mengangkat harkat dan martabat manusia itu hanya melalui satu jalan yakni: rakyat Papua harus bersatu dan  berjuang untuk bebas dan merdeka dari penjajahan penguasa Indonesia sebagai bangsa yang  layak berdiri sendiri sebagaimana bangsa-bangsa lain di muka bumi ini.

Maka dari semua penjelasan di atas dapat garis bawahi bahwa PON adalah sebuah alternatif kolonial indonesia untuk meloloskan agenda agenda yang telah mereka rancangkan untuk terus menjajah,  mengarap habis SDM dan SDA  di atas tanah papua degan genoside sistem.




Penulis Adalah Anak jalanan pencari keadilan

Label:

Rabu, 12 Februari 2020

Rumah di gusur, Tni porli di perbanyak Demi Pon dan Pesparawi






Oleh: Yesaya gobay


Hari hari ini para borjuasi lagi duduk  berbicang soal Pekan olahraga nasional ( pon) Yang akan di laksanaKan beberapa bulan yang akan datang

Rumah rumah, gedung gendung, toko toko bahkan tempat jual mama pasar di gusur habis pemerintah

Pesparawi 2020 , 13 Juni bertempat dan akan di selenggarakan di timika,  PON XX 2020 , juga 20 Oktober yang akan di adakan di beberapa kota ( jayapura , Mimika dan Merauke ) .

pemerintahan di setiap kabupaten lagi pusing karena papua sebagai tuan rumah  yang lebih khususnya di timika, jayapura, merauke.
Kefokus mereka pada pon dan pesparawi tanpa melihat manusia sebagai ciptahan tuhan yang lagi menderita di atas tanahnya sendiri

Beribuh ribuh Tni porli brimob di terjunkan ke papua atas nama menjaga ke amanan, kedamaian, kesejahtraan bagi orang papua.
Masyarakat papua menagis tak terhenti, menjerit di atas tanahnya sendiri, salah satu hal buruk dari pon dan pasparawi selain membongkar rumah rumah warga bahkan tempat cari nafka adalah Mengirim beribuh tni porli, brimob dengan mengatasnamakan menjaga keamanan pon dan pesparawi.

Beberapa pegalaman kemarin itu sebagai pelajaran

Kemarin pemilu antara jokowi dan probowo demi menjaga pemilu di tanah papua beribuh militer di kirim degan mengatas namakan keamana namun realitasnya tidak sesuai degan hal itu, masyarakat pula jadi sengsara, di aniyaya, menjerit di atas tanahnya sediri, dirampok, diculik, hingga tabrak lari rakyat papua itu sendiri.

Perang antara TPNPB vz TNI PORLI di nduga juga mereka terus menggirim pasukannya yang berkelebihan degan mengatasnamakan keamanan, sedangkan semua pihak sudah meminta untuk mengembalikan tni porli yang berada di nduga bahkan wakil bupati nduga mengembalikan sk dan dan menundurkan diri dari jabatannya karena melihat  tni porli yang di kirim laupaui batas dan membunuh warga sipil secara brutal

Masyarakat papua pada umumnya jagan terulang lagi di pon dan pesparawi, biarlah kemarin itu jadi pelajaran,

Kami telah di bodohi oleh peguasa, borjuasi borjuasi penting diri sendiri, mereka tidak melihat apa yang masayarakat minta, butuhkan, iginkan sekarang ini Tetapi Pemerinta Mereka lagi fokus Jalan jalan di perlebar luaskan, gedung gendung di bagun guna demi menampung peserta pesparawi dan pon yang akan datang.

Sebenar pesparawi dan pon itu makan kh?
Mesejahtarakan masyarakat kah?
Menarik militer yang ada di papua kah?

Masyarakat lagi mejiduhkan kedamaian, kesejahtaraan bukan pon dan pesparawi yang datang untuk sengsarakan masyarakat

Timika kota dolar yang lucu.

Masyarakat  lagi sengsara, rumah mereka di gusur, tempat cari nafka di bongkar penguasa
Pemeritah macam apa yang ada di timika papua.

Berapa Miliaran di keluarkan demi suksesnya pon tanpa melihat masayarakat yang menderita, susah paya, yang lagi berkeliaran di jalan jalan.

Pon dan Pesparawi untuk siapa? Untung apa? Membawa dampak baik apa?

Pon malah membawa kehancuran bagi masyarakat papua yang ada, apa lagi yang tempatnya di bongkar habis demi pon dan pasparawi.

Tidak ada hal baik yang pernah di lakukan pemerintah, selalu hanya ada air mata hanya  terlihat, susah paya yang selalu jadi pendamping hidup di papua .

Medan juang
Amungsa 12/02/2020

Label: